Suara.com - Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa teh hijau mempunyai banyak khasiat kesehatan.
Dan kini, penelitian terbaru menunjukkan bahwa minum teh hijau setiap hari ternyata dapat mengurangi risiko kanker pankreas.
Seperti dilansir dari Zeenews, dalam penelitian laboratorium, EGCG -- zat aktif dalam teh hijau, mengubah metabolisme sel-sel kanker pankreas dengan menekan ekspresi dari enzim LDHA terkait dengan kanker.
Para peneliti juga menemukan inhibitor enzim, oxamate - dikenal untuk mengurangi aktivitas LDHA - juga mampu mengganggu sistem metabolisme sel kanker pankreas.
"Penelitian ini akan membuka pintu ke daerah baru penelitian kanker dan membantu kita memahami bagaimana makanan lain dapat mencegah kanker atau memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker," kata Wai-Nang Lee, yang memimpin peneliti bersama Los Angeles Biomedical Research Institute (LA BioMed) .
Dengan menggunakan metode profiling metabolisme yang canggih, para peneliti menemukan, EGCG mengganggu keseimbangan "fluks" di seluruh jaringan metabolisme seluler.
Flux adalah tingkat perputaran molekul melalui jalur metabolisme .
"EGCG dan oxamate mengurangi risiko kanker dengan menekan aktivitas LDHA, sebuah enzim penting dalam metabolisme kanker sehingga mengganggu keseimbangan dalam fungsi metabolisme sel-sel kanker, " jelas Lee.
Penelitian ini dipublikasikan secara online dalam jurnal Metabolomics.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya