Suara.com - Sebelumnya Sarah Pearce (29) tak pernah menyangka akan bisa memiliki anak, anak kembar lagi. Bagaimana tidak, sudah beberapa tahun terakhir Sarah divonis menderita gagal ginjal, dan harus secara teratur menjalani cuci darah. Pengobatan yang dijalaninya 'menghilangkan' kesuburan perempuan asal Inggris ini.
Tapi Tuhan berkehendak lain, Sarah pun mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama yang melahirkan bayi kembar sembari menjalani proses cuci darah.
Si kembar, Henley dan Harper lahir bulan lalu melalui operasi Cesar. Mereka memang lahir 12 minggu lebih cepat, tapi kedua bayi dilaporkan dalam kondisi bagus. Berat badan keduanya juga di bawah normal, di mana berat Henley 2,1 kilogram sedangkan saudaranya Harper hanya memiliki berat 1,4 kilogram.
“Saya masih tak percaya, apa yang saya inginkan adalah menjadi seorang ibu. Saya sudah diberitahu, saya ibu pertama yang melahirkan bayi kembar saat harus menjalani cuci darah," ujarnya.
Beberapa tahun lalu, Sarah pernah mencoba untuk hamil, tapi dokter mengatakan itu mustahil karena proses cuci darah mempengaruhi fungsi tubuhnya.
“Saya harus berkali-kali meyakinkan diri saya ini (hamil, red) tak akan terjadi. Tetapi ketika saya tahu saya hamil rasanya seperti menemukan mukjizat," ujarnya.
Sarah mengisahkan bagaimana dokter yang merawatnya khawatir sang jabang bayi tak akan bertahan lebih dari 20 minggu (sekitar 5 bulan). Tapi Sarah terus meyakinkan dirinya, bahwa sang bayi akan bertahan hingga minggu ke-28 atau tujuh bulan.
“Dan mereka mendengarkan saya, bayi saya tetap bertahan hingga usianya yang ke-32 minggu," ujarnya.
Normalnya, Sarah harus menjalani cuci darah tiga kali seminggu. Tetapi selama mengandung ia harus menjani pemeriksaan dokter setiap hari. Hingga pada 1 Juni lalu, dokter memutuskan untuk melakukan operasi cesar pada Sarah. Ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan. Dan kedua bayi yang masing-masing diberi nama Henley James Alex Pearce dan Harper Faith Miracle Pearce dalam kondisi sehat.
Keduanya kini dirawat di rumah sakit Rotherham Hospital, yang terletak tak jauh dari kediaman Sarah, sehingga ia bisa dengan mudah menjenguk setelah menjalani cuci darah. “Mereka akan dirawat hingga dinyatakan aman.Saya tak sabar menunggu kapan mereka akan pulang," ujarnya. (mirror.co.uk)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun