Suara.com - Sebuah studi terkini menemukan bahwa junk food yang rendah gizi dapat menghilangkan minat orang untuk mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
Kesimpulan ini didapat setelah para peneliti Australia melakukan percobaan pada tikus yang diberi junk food seperti kue-kue kering, pie, dim sum selama dua minggu.
Hasil studi menunjukkan berat badan tikus-tikus tersebut bertambah dan mereka kehilangan minat mencari makanan lain.
Ketua peneliti, Professor Margaret Morris dari Universitas New South Wales, mengatakan, temuan ini membantu menjelaskan bahwa konsumsi junk food berlebihan dapat mengubah kebiasaan makan makanan sehat. Tak hanya itu, kebiasaan buruk ini juga mengarahkan pada obesitas dan makan berlebihan.
"Hal yang menarik tentang temuan ini adalah jika hal sama terjadi pada manusia, maka memakan junk food dapat mengubah respon kita terhadap sinyal yang berhubungan dengan keinginan makanan," imbuhnya.
Efek ketagihan, lanjut Morris, diduga menyebabkan tikus terus mengonsumsi junk food.
"Ibarat Anda baru saja makan siang dengan es krim, tapi saat terdengar pengeras suara dari tukang es krim, Anda beli lalu makan es krim lagi," tutupnya. (Xinhua)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh