Suara.com - Makanan Jepang termasuk salah satu makanan yang populer di berbagai negara, tak hanya di Asia tetapi juga di mancanegara dan Eropa.
Hebatnya lagi, makanan negeri Sakura ini juga bisa memperpanjang harapan hidup lho! Mau bukti?
Bukti ilmiahnya sudah diakui oleh para peneliti Inggris. Data terbaru Office of National Statistics (ONS) Inggris mengungkapkan bahwa perempuan Jepang memiliki harapan hidup tertinggi dari semua perempuan dari negara lain yaitu, rata-rata usianya bisa 86,4 tahun.
Capaian usia tersebut merupakan bukti bahwa usia rata-rata perempuan Jepang melebihi angka harapan hidup perempuan Inggris, 82,8 tahun, 82,1 tahun di Wales dan Irlandia Utara serta 80,7 tahun di Skotlandia.
Tingginya harapan hidup tersebut karena perempuan Jepang menjalani diet Jepang kaya ikan, sayuran dan teh hijau yang sehat dalam porsi lebih banyak.
Berbeda dengan diet khas Inggris yang tinggi lemak dan tinggi karbohidrat. Inilah yang menjadi alasan mengapa ONS menyarankan publik Inggris untuk mengadopsi gaya hidup orang Jepang agar memiliki harapan hidup yang panjang pula.
Kesimpulan ini didapat setelah Muriel Gall, ahli diet di Sevenoaks Medical Centre, London Bridge Hospital melakukan penelitian tentang masakan Jepang.
"Menurut statistik terbaru, Jepang mengonsumsi lebih dari 70 kg ikan per orang per tahun, dibandingkan di Eropa Barat yang hanya 26 kg," imbuhnya.
Tak hanya itu, lanjut Muriel, orang Jepang juga lebih banyak mengonsumsi sayuran, jamur, rumput laut, kacang-kacangan dan produk kedelai. Dan yang tak kalah penting, kata dia, adalah makanlah ketika lapar dan berhenti ketika kenyang. Jadi, tetap tak berlebihan. (Female First)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh