Suara.com - Pemberian ASI Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan bahwa pemberian air susu ibu (ASI) secara ekslusif pada bayi bisa menjadi alat kontrasepsi alami.
"Pemberian ASI ekslusif pada bayi bisa menjadi alat kontrasepsi alami," kata Fasli Jalal di Jakarta. Dia menjelaskan memberi ASI ekslusif bisa membuat hormon si ibu menjadi tidak subur.
Saat menyusui, lanjut Fasli, hormon laktasi atau prolaktin tetap tinggi. Hormon prolaktin menekan kadar hormon estrogen yang fungsinya mematangkan sel telur.
Jika sel telur tidak matang maka tidak akan terjadi pembuahan, dengan demikian tidak akan terjadi kehamilan. "Dengan demikian, si ibu bisa tidak hamil selama proses pemberian ASI esklusif," katanya.
Karena itu, kata Fasli, BKKBN akan meningkatkan sosialisasi mengenai pentingnya ASI kepada masyarakat. "BKKBN akan meningkatkan sosialisasi tentang ASI kepada masyarakat," katanya.
Pasalnya, pemberian ASI ekslusif, menurut Fasli, bisa menjadi instrumen penting dalam program penjarangan kehamilan. Dia menambahkan, selain bisa menjadi alat kontrasepsi alami, pemberian ASI ekslusif juga sangat penting bagi tumbuh kembang bayi.
"Selain ibunya menjadi tidak subur selama menyusui secara ekslusif, bayinya juga mendapatkan segala hak-haknya, dimana sel otak berkembang dengan baik, dan anak tumbuh dengan cerdas," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
5 Rekomendasi Kulkas Terbaik untuk Menyimpan ASI, Suhu Stabil dan Hemat Energi
-
Rahasia ASI Berkualitas untuk Lawan Stunting: Fokus Ternyata Ada di Sini, Jauh Sebelum Hamil!
-
Gagal DBF, Influencer Stefani Gabriela Sukses Berikan ASI 2 Tahun Cuma Pakai Pompa: Ini Rahasianya
-
Kacang Mete Ampuh Mengatasi ASI Seret? Ibu Menyusui Wajib Tahu Fakta Berikut Ini
Terpopuler
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
Terkini
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi
-
Edukasi dan Inovasi Jadi Kunci Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Lintas Generasi
-
Multisport, Tren Olahraga yang Menggabungkan Banyak Cabang
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan