Suara.com - Analisis terkini menunjukkan bahwa wabah Ebola saat ini di Afrika Barat yang telah berkembang pesat sejak Mei dan telah menewaskan lebih dari 5.000 orang menjadi bukti yang lebih luas dan mematikan.
Bagaimana tidak, tingkat kematian wabah dari penyakit tersebut lebih dari 70 persen. Persentasi tersebut lebih dari 50 persen yang diklaim sebelumnya oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Studi terkini juga telah memperingatkan bahwa jumlah total individu yang terkena virus tersebut bisa melebihi 1 juta pada awal tahun depan.
Penelitian ini menyoroti respon global saat ini terhadap wabah Ebola.
Selama jumlah orang yang terinfeksi meningkat secara eksponensial, maka kemungkinan ebola akan meluas ke negara lain.
"Jika tren berlanjut selama beberapa bulan lagi, masyarakat global bisa mengalami dilema etika yang mengerikan - baik dengan cara menghindari Ebola yang berada di negara-negara miskin lainnya atau penutupan wilayah perbatasan ke negara-negara di Afrika Barat, dengan konsekuensi kemanusiaan yang tak terbayangkan," kata Allen hunt, profesor di Wright State University di Amerika Serikat.
Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Complexity. (Zeenews)
Berita Terkait
-
Israel Laporkan Kasus Suspek Ebola Kedua, Pasien Baru Pulang dari Kongo
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola
-
Ada Seo In Guk, Drakor The Office Worker Who Sees Destiny Akan Tayang 2027
-
Timnas Kongo Tersandung Jelang Piala Dunia 2026, Laga Uji Coba Dibatalkan Gegara Ebola
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!