Suara.com - Para peneliti telah menemukan bahwa anak laki-laki, yang menghabiskan waktu lebih banyak di depan layar komputer akan berdampak buruk terkait dengan kepadatan mineral tulang (BMD) bahkan ketika disesuaikan dengan faktor gaya hidup tertentu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka terus tumbuh dari lahir hingga akhir masa remaja, mencapai puncak massa tulang, kekuatan dan ukuran maksimum di masa awal dewasa. Seiring dengan faktor gizi, aktivitas fisik juga dapat sangat berdampak pada proses ini.
Studi di Norwegia mengeksplorasi hipotesis bahwa penggunaan komputer yang lebih besar di akhir pekan dikaitkan dengan BMD yang lebih rendah.
Data itu diperoleh dari 463 anak perempuan dan 484 anak laki-laki, yang berusia antara 15-18 tahun di wilayah Tromso Norwegia.
Para siswa berpartisipasi dalam studi Fit Futures dari 2010-2011 yang dinilai lebih dari 90 persen dari semua tahun pertama siswa SMA di wilayah tersebut.
BMD di total pinggul, leher femoralis dan jumlah tubuh diukur dengan DXA (dual-energy X-ray absorptiometry).
Variabel gaya hidup yang dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara sendiri, termasuk pertanyaan tentang waktu per hari selama akhir pekan yang dihabiskan di depan televisi atau komputer, dan waktu yang digunakan untuk kegiatan fisik dan waktu luang.
Hubungan antara BMD dan waktu yang dihabiskan untuk menatap layar, dianalisis dalam model regresi berganda yang mencakup penyesuaian untuk usia, kematangan seksual, BMI, aktivitas fisik waktu luang, merokok, alkohol, minyak ikan dan konsumsi minuman berkarbonasi. (Times of India)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026