Suara.com - Lelaki yang memiliki masalah dengan disfungsi ereksi sebaiknya mencoba resep diet yang tengah populer ini.
Selama ini lelaki dengan disfungsi ereksi rentan terkena serangan jantung atau stroke.
Dengan diet Mediterania yang identik dengan konsumsi sayur, buah-buahan, sereal, kacang-kacangan, dan minyak zaitun setiap hari, lelaki kini tak usah khawatir dengan penyakit yang berhubungan dengan masalah kardiovaskular tersebut.
"Temuan kami menunjukkan bahwa dengan menerapkan diet Mediterania ini pasien dengan disfungsi ereksi dapat menurunkan kemungkinan mereka terkena serangan jantung atau stroke,” kata Athanasios Angelis, seorang dokter di Yunani.
Sebaliknya, pasien dengan disfungsi ereksi yang tak menerapkan diet ini lebih berisiko untuk mengalami masalah pada pembuluh darah atau kerusakan pada jantungnya.
Angelis juga menambahkan bahwa disfungsi ereksi bukan merupakan gejalan penuaan yang dialami lelaki, tapi lebih mengarah pada gejala kerusakan pada sistem pembuluh darahnya.
"Dalam 80 persen kasus disfungsi ereksi, kebanyakan disebabkan oleh masalah pembuluh darah dan merupakan peringatan bahwa pasien mengalami peningkatan risiko serangan jantung atau stroke," lanjutnya.
Penelitian yang dilakukan Angelis dan tim ini melibatkan 75 lelaki dengan disfungsi ereksi dengan usia rata-rata 56 tahun . Ia membandingkan risiko penyakit jantung yang dialami pada responden berdasarkan dietnya. Ke-75 responden ini dibandingkan risiko penyakit jantung yang dialami satu sama lain berdasarkan dietnya.
Para peneliti menemukan bahwa lelaki yang tidak menjalankan diet Mediterania atau diet sehat lebih berisiko mengalami kerusakan pembuluh darah dan jantung yang lebih buruk.(Zeenews)
Berita Terkait
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
7 Tips Diet Sehat Setelah Lebaran 2026 agar Berat Badan Turun secara Alami
-
6 Tips Diet setelah Lebaran agar Berat Badan Turun Tanpa Tersiksa
-
Purbaya Kurusan usai Jabat Menkeu, Akui Berat Badan Turun 9 Kg
-
Lailatul Qadar vs Algoritma: Menjaga Fokus di Tengah Badai Notifikasi
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026