Suara.com - Sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan manfaat dari mengurangi konsumsi garam yang bisa mencegah sakit kepala.
Penelitian yang dilakukan oleh John Hopkins University ini menyatakan bahwa mengurangi asupan garam tiga gram per hari bisa menurunkan risiko sakit kepala hingga 31 persen.
Tiga gram garam setara dengan setengah sendok teh, atau sama dengan jumlah garam yang digunakan dalam pembuatan Big Mac dan kentang goreng besar di restoran cepat saji McDonalds.
Tak hanya menurunkan risiko sakit kepala, mengurangi asupan garam juga mampu menurunkan tekanan darah tinggi dan menormalkan denyut nadi seseorang.
Untuk mendapatkan temuan ini, penulis utama penelitian, Lawrence Appel menganalisis kebiasaan diet 400 warga Amerika. Di antara mereka rata-rata mengonsumsi garam hingga 9 gram sehari. Peneliti pun menekan asupan garam mereka sebanyak enam gram sehari hingga selang beberapa lama dikurangi lagi menjadi tiga gram sehari.
Selama periode pengurangan konsumsi garam, peserta diminta untuk melaporkan efek kesehatan yang mereka rasakan setelah mengurangi asupan garam hingga tiga gram sehari dalam sebuah kuisioner. Setelah dianalisis, peneliti melihat ada penurunan sakit kepala hingga 31 persen setelah peserta mengurangi asupan garam menjadi tiga gram per hari.
"Kebiasaan diet tidak berpotensi mengurangi risiko sakit kepala pada orang dewasa. Namun jika Anda sering mengalami sakit kepala, coba kurangi asupan garam pada makanan Anda, karena penelitian membuktikannya secara signifikan," kata Lawrence. (Daily Mail)
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS