Suara.com - Meski sedang dalam masa pertumbuhan, anak-anak usia pra sekolah yakni saat mengenyam pendidikan Playgroup atau TK tidak dianjurkan mengonsumsi susu terlalu banyak.
Pasalnya, menurut sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat, anak usia 3 hingga 4 tahun yang minum lebih dari 2 gelas susu per hari bisa memicu kenaikan berat badan yang drastis alias obesitas.
Wajarnya, menurut peneliti, dua gelas susu per hari merupakan batas maksimal yang sebaiknya dikonsumsi untuk anak usia empat tahun.
"Melihat hasil data tingginya obesitas pada anak, kami merekomendasikan anak-anak usia empat tahun untuk minum dua porsi susu per hari untuk mencegah kenaikan berat badan yang tentunya tidak sehat," ujar Dr Mark DeBoer, pemimpin penelitian sekaligus dokter anak di University of Virginia di Charlottesville.
Untuk mendapatkan temuan ini, peneliti menganalisis pola konsumsi susu pada 8950 anak selama empat tahun pertama melalui wawancara yang dilakukan kepada orangtuanya. Kemudian jumlah responden diperluas pada 7000 anak usia 5 tahun.
Hasil penelitian ditemukan bahwa 53 persen responden minum susu lebih dari dua gelas sehari. Sedangkan 16 persen diantaranya yang berusia empat tahun memiliki berat badan berlebih.
Penelitian DeBoer ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan dr Jonathon Maguire dari St. Michael's Hospital Toronto. Penelitian yang dilakukan olehnya menyatakan bahwa dua gelas susu per hari sudah cukup memenuhi kebutuhan Vitamin D dan zat besi untuk anak-anak.
"Susu memang merupakan sumber kalori dan lemak yang baik bagi anak-anak, tapi tidak baik jika mengonsumsinya secara berlebihan" jelas Maguire.
Temuan ini, kata dia, menekankan bahwa dua gelas susu per hari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan anak di masa pertumbuhan serta menghindari masalah kesehatan dari berat badan berlebih. (Foxnews)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?