Suara.com - Apakah Anda teratur minum kopi setiap hari? Jika ya, maka ini berarti bahwa Anda memiliki risiko lebih rendah terkena stroke.
Sudah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa kopi dapat membawa banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Tak hanya membuat Anda bergairah mengawali hari di pagi hari, secangkir kopi juga dapat melindungi Anda dari berbagai penyakit seperti jantung, diabetes, dan kanker usus besar.
Selain manfaat tersebut, menyeruput kopi menurut penelitian terkini juga dapat menurunkan risiko penyakit stroke lho! "Kopi mengandung asam chlorogenic acid, lignan, dan magnesium. Semua zat ini dicampur dengan antioksidan dalam kopi dapat mengurangi risiko stroke," kata studi yang dilakukan di Cleveland Klinik Wellness Institute.
Sayangnya, efek ini akan berkurang bila Anda menambahkan gula di dalamnya. Gula mampu menciptakan lonjakan glukosa dan insulin kesadaran yang akhirnya memicu intoleransi glukosa, resistensi insulin, dan peradangan.
Perubahan fisiologis pada akhirnya dapat mempengaruhi keadaan aterosklerosis, stabilitas plak dan trombosis kemudian dapat menjadi faktor meningkatkan risiko stroke dan demensia.
Jadi, sebagai pilihan yang sehat harus Anda makan secangkir kopi hitam di pagi hari sebagai penambah energi dan kesehatan meningkatkan. (Care2)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi