Suara.com - Mutasi gen ternyata bisa mengurangi jumlah sperma yang diproduksi seorang laki yang mempengaruhi kesuburannya.
Dalam penelitian yang dilakukan Brown University di Amerika Serikat terhadap tikus jantan, ditemukan bahwa hilangnya gen yang memproduksi protein TAF4b berpengaruh pada sistem reproduksinya.
Para peneliti mencatat bahwa proses generasi sperma pada tikus mungkin memiliki kesamaan langsung dengan apa yang dialami lelaki.
"Tikus biasanya bisa bereproduksi hingga usia 2 tahun tapi tikus ini hanya dapat berkembang biak hingga usia 4 bulan," kata Richard Freiman.
Setelah diteliti lebih lanjut, tikus-tikus ini ternyata kehilangan gen yang berperan memproduksi sperma. Oleh karena itu tikus-tikus ini berjuang untuk mengembangkan infrastruktur sel induk agar produksi sperma bisa tetap dilakukan.
TAF4b adalah protein yang mempengaruhi bagaimana gen diatur dan ditranskrip untuk mengatur sistem reproduksi. Dalam penelitian sebelumnya, Freiman dan tim menunjukkan bahwa tikus betina tanpa TAF4b mandul atau tidak subur sehingga tidak bisa melakukan proses pembuahan. (Zeenews)
Berita Terkait
-
Paus Sperma Sepanjang 10 Meter Terdampar di Kolaka
-
Waspada! Pria Alami Sperma Kosong hingga Sulit Punya Buat Hati, Dokter Ungkap Sebabnya
-
Paus Sperma Sepanjang 20 Meter Terdampar di Situbondo
-
Kenapa Cek Sperma Jadi Prioritas dalam Program Kehamilan? Ini Kata Pakar
-
Mengapa Sperma Salmon Jadi Tren Perawatan Anti-Aging Terbaru?
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik