News / Nasional
Rabu, 29 Juli 2026 | 20:58 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (kedua kiri) didampingi Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari (kiri) menyapa staf BGN saat tiba di Kantor BGN, Jakarta, Rabu (22/7/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom]
Baca 10 detik
  • Kepala BGN Sudaryono menanggapi viralnya foto siswa menyantap MBG di sekolah roboh Grobogan pada Rabu, 29 Juli 2026.
  • Sudaryono menegaskan perbaikan sekolah rusak dan pembangunan dapur MBG merupakan dua program berbeda yang tidak perlu dipertentangkan.
  • Masyarakat diminta melaporkan kerusakan sekolah melalui portal resmi pemerintah alih-alih membandingkannya dengan program makan bergizi gratis.

Suara.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menanggapi ramainya pemberitaan mengenai bangunan sekolah yang roboh di Grobogan, Jawa Tengah, yang dikaitkan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, perbaikan sekolah dan pembangunan dapur MBG merupakan dua program berbeda sehingga tidak tepat jika dipertentangkan.

Ia mengatakan, persoalan sekolah rusak telah memiliki mekanisme penanganan tersendiri dan masyarakat cukup melaporkannya melalui saluran yang telah disediakan pemerintah.

"Terkait sekolah yang rusak di Grobogan, saya kira bisa cek, sudah di-follow up. Jadi sebetulnya sebelum saya jadi Kepala BGN, saya sering berkampanye, sekolah rusak ini sudah tinggal lapor, ada portalnya, diberesin," kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Karena itu, Sudaryono mengajak masyarakat agar tidak memperkeruh persoalan dengan membandingkan kondisi sekolah rusak dengan pembangunan dapur MBG.

Foto udara kondisi ruang kelas yang atapnya ambruk di SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (21/7/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU]

"Saya ingin mengajak kita semua untuk tidak memperkeruh persoalan. Kalau Anda temukan sekolah rusak, ya sudah sekolah rusaknya difoto-foto, dilaporkan saja, enggak perlu kemudian dibandingkan dengan dapur MBG, karena enggak nyambung mohon maaf," ujarnya.

Menurut Sudaryono, dapur MBG dibangun oleh mitra melalui mekanisme yang telah ditetapkan, sedangkan rehabilitasi sekolah merupakan program pemerintah dengan skema anggaran yang berbeda.

"Jangan kemudian jadi seolah-olah ada dikontradiksikan itu, mohon maaf itu enggak fair," imbuhnya.

Sebelumnya, publik menyoroti viralnya foto sejumlah siswa yang sedang menyantap MBG di depan bangunan sekolah dasar di Grobogan yang hampir roboh. Di media sosial, kondisi tersebut kemudian dibandingkan dengan pembangunan dapur MBG sehingga memunculkan perdebatan mengenai prioritas anggaran pemerintah.

Namun, BGN menegaskan bahwa pembangunan dapur MBG dan perbaikan infrastruktur sekolah berasal dari mekanisme serta penanggung jawab yang berbeda sehingga tidak dapat disandingkan sebagai dua program yang saling mengorbankan.

Baca Juga: UIPM Beri Alasan Mengapa Jejaring Internasional Penting bagi Dunia Pendidikan

Load More