Suara.com - Saat makan, ada beberapa anak yang lebih senang menelan langsung makanan tanpa mengunyahnya. Kebiasaan ini menurut dr Yoga Devaera, SpA dari FKUI-RSCM ternyata bisa berbahaya bagi saluran cerna sang anak jika dilakukan terus menerus hingga dewasa.
Kondisi ini umumnya terjadi pada anak-anak yang mengalami keterlambatan atau justru terlalu cepat saat mengenal berbagai jenis makanan.
"Biasanya kalau seperti itu berarti ada proses mengenal makanan yang terlewat. Karena proses itu 'kan ada tahapannya sesuai usia anak, bisa jadi terlalu cepat atau terlalu lambat," jelasnya di Jakarta, belum lama ini.
Untuk menghindari masalah tersebut, Yoga mengimbau kaum ibu untuk melakukan proses pengenalan makanan kepada buah hati sejak dalam kandungan. Caranya, dengan tidak membatasi asupan makanan tertentu (pantangan) selama masa kehamilan sehingga ketika lahir anaknya tidak sulit mencernanya.
Setelah lahir, seiring dengan perkembangannya, anak harus dilatih untuk mengunyah makanan dari yang bertekstur halus hingga kasar agar dapat mencerna lebih baik. Untuk menstimulasi kemampuan anak, ibu harus melatihnya dengan memberikan jenis makanan yang berbeda.
"Nah, ibu harus telaten saat melatihnya, jangan sampai ada fase yang terlewat, karena pingin cepet, jadinya anak susah mengunyah," jelasnya
Berita Terkait
-
Dari Makan Cepat hingga Larut Malam: 5 Kebiasaan Makan yang Perlu Dihindari
-
6 Etiket Makan 'Aneh' dari Berbagai Negara yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Traveling
-
Pilih Buah Lokal: Cara Asik Tanamkan Kebiasaan Makan Sehat untuk Anak Sejak Dini
-
Bukan Kurma, Takjil Favorit Dian Sastro Bikin Ngilu! Ternyata Ada Artinya untuk Kesehatan
-
Waspada! Ini 5 Tanda Anak Berisiko Sakit Jantung, Atur Pola Makan dengan Baik
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini