Suara.com - Membiasakan anak makan buah sejak kecil mungkin terdengar sederhana, tapi dampaknya besar untuk kesehatan jangka panjang.
Kandungan vitamin, serat, hingga antioksidan dalam buah bukan hanya membantu daya tahan tubuh, tapi juga mendukung konsentrasi belajar, menjaga pencernaan, dan mencegah obesitas.
Sayangnya, masih banyak anak yang menganggap buah hanya “snack tambahan”, bukan bagian dari makan utama.
Inilah yang coba diubah lewat gerakan “Rayakan Buah Lokal”, program edukatif dari Super Indo yang digelar dalam rangka ulang tahun ke-28 mereka.
Mengusung semangat 28th Superindoversary, kegiatan ini mengajak 28.000 siswa SD untuk makan buah bersama di seluruh gerai Super Indo, dengan acara puncak serentak di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.
Buah Lokal, Sehat dan Dekat dengan Anak Indonesia
Menurut Donny Ardianta Passa, Vice President of Buying & Indirect Procurement Super Indo, konsep acara tahun ini memang dirancang sebagai hampir puncak dari rangkaian ulang tahun ke-28.
“Tema tahun ini fokus ke strength atau kekuatan Super Indo, salah satunya buah lokal. Kenapa buah lokal? Karena kami ingin memajukan ekonomi lokal dengan bekerja sama bersama petani dan komunitas sekitar. Dari sisi pelanggan, penting juga memulai kebiasaan makan sehat sejak kecil. Kalau sudah dewasa biasanya lebih sulit,” jelasnya.
Super Indo sengaja mengundang siswa SD kelas 1 dan 2 untuk ikut serta. Alasannya, di usia ini anak-anak masih bisa dibentuk kebiasaannya. Harapannya, makan buah bukan jadi “cemilan kalau sempat”, tapi bagian sehari-hari layaknya nasi dan lauk.
Baca Juga: Buah Naga: Si Manis Kaya Manfaat untuk Kesehatan
Lebih dari 28.000 Anak Diperkenalkan dengan Buah Lokal
Meski target awalnya 28.000 siswa, antusiasme yang tinggi membuat jumlah peserta sebenarnya melampaui angka itu. Donny menyebut, dari awal Agustus hingga akhir acara, jumlah kunjungan anak-anak yang ikut dalam berbagai rangkaian sudah mencapai lebih dari 500 ribu anak di seluruh toko Super Indo yang tersebar di 57 kota dan kabupaten di Pulau Jawa serta Sumatera bagian Selatan.
Di tiap toko, ada sekolah yang diundang secara bergantian. Bahkan di beberapa gerai, acara bisa diikuti 2–3 sekolah sekaligus. Formatnya juga interaktif: mulai dari store tour, quiz, nutrition talk, hingga makan buah bersama, sehingga anak-anak belajar manfaat buah dengan cara menyenangkan.
Super Indo tidak hanya menyediakan buah segar untuk pelanggan, tetapi juga mengembangkan kemitraan khusus dengan petani lokal. Beberapa buah yang paling banyak diminati konsumen antara lain pisang, semangka, melon, jeruk, dan alpukat.
Menariknya, Super Indo juga punya produk eksklusif seperti Alpukat Pangeran, hasil kerja sama dengan kelompok tani.
“Alpukat ini hanya ditanam khusus untuk Super Indo. Kami bekerja sama dengan kelompok tani untuk mengembangkan produk pilihan yang bisa dinikmati pelanggan,” kata Dewi Miranda, General Manager of Marketing Super Indo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?