Suara.com - Ribuan warga dari berbagai komunitas, hari ini, Minggu (26/4/2015), berkumpul di Monumen Nasional untuk memeriahkan Pekan Imunisasi Dunia yang diperingati tiap 26 April.
Sekitar 46 komunitas yang hadir untuk memeriahkan pekan imunisasi yang sudah dimulai sejak Jumat kemarin. Mulai dari perawat, orang tua, anak dan warga yang hadir dalam aksi gerak jalan.
Koordinator Pekan Imunisasi Nasional Prima Yosephine mengungkapkan Pekan Imunisasi Dunia di Indonesia sudah diperingati sejak 2013. Hal ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa vaksinasi adalah senjata ampuh dalam melawan virus seperti polio atau sebagainya pada anak.
“Untuk tahun ini acara ini akan berlangsung selama satu minggu. Tujuannya untuk menyadarkan kepada masyarakat betapa petingnya imunisasi. Karena selama ini kesadaran dan kepedulian orang tua masih rendah akan imunisasi,” kata Yosephine.
"Pekan imunisasi dunia ini adalah kegiatan global jadi semua negara di dunia ikut merayakan ini yang sama. Jadi bukan di Indonesia tapi 188 negara yang ikut merayakan pekan imunisasi dunia saat ini," Yosephine menambahkan.
Yosephine mengatakan ini upaya pemerintah mensosialisasikan pentingnya imunisasi.
Peringatan pekan imunisasi, saat ini, juga digelar di 188 negara.
Pekan imunisasi dihadiri oleh Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Muluk, istri Gubernur Jakarta Veronica Basuki Tjahaja Purnama, Pemerhati Anak Seto Mulyadi, perwakilan puskesmas, perwakilan instansi pendidikan, dan perwakilan murid SD.
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026