Suara.com - Banyak manfaat yang akan kita dapatkan setelah mengonsumsi makanan atau minuman mengandung probiotik. Salah satunya memperbaiki metabolisme saluran pencernaan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Namun jika mengonsumsinya berlebihan juga tak baik bagi tubuh Anda. Apalagi setelah terungkapnya sebuah penelitian yang menyebut bahwa 50 persen merek produk probiotik yang populer mengandung gluten.
Seperti diketahui, gluten merupakan sejenis protein mengandung peptida yang terdapat pada gandum dan tepung. Bagi penderita celiac disease, mereka alergi terhadap gluten, karena menyebabkan gangguan kekebalan dengan gejala nyeri pada wajah, gangguan pada usus dan meningkatkan risiko kanker.
Temuan ini didapat setelah peneliti dari Columbia University Medical Centre (CUMC) menguji 22 produk probiotik terlaris di dunia dan menemukan bahwa 12 produk atau 55 persen terdeteksi mengandung gluten.
"Banyak pasien dengan penyakit celiac mengambil suplemen makanan mengandung probiotik. Setelah mengonsumsinya mereka justru mengeluhkan gejala yang timbul, sehingga kami memutuskan untuk menguji kandungan gluten pada suplemen probiotik," kata Samantha Nazareth, ahli pencernaan di CUMC.
Peneliti menemukan bahwa sebagian besar produk probiotik yang diuji positif mengandung gluten namun masih di bawah standar yang ditetapkan Food and Drug Administration (FDA).
Sayangnya, empat merk yakni 18 persen dari total keseluruhan produk yang diuji mengandung gluten di atas standar yang ditetapkan FDA. Bahkan 50 persen sampel yang diuji mencantumkan label bebas gluten tapi nyatanya justru positif mengandung gluten.
"Tampaknya label yang mengklaim suatu produk bebas gluten tidak bisa dipercaya, setidaknya pada produk probiotik. Dan kita tahu bahwa pasien Celiac berpotensi mengalami kerusakan usus jika mengonsumsi lebih dari 10 mg gluten sehari. Ini jelas berbahaya bagi mereka," kata rekan penulis studi, Peter Green. (Zeenews)
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien