Suara.com - Anda yang gemar menyantap pisang sebaiknya menghindari memakan buah tropis ini bila kulitnya sudah berwarna kecokelatan.
Pasalnya, meski teksturnya lembut dan rasanya manis saat dimakan, pisang dengan kondisi warna kulit seperti ini ternyata memiliki indeks glikemik yang tinggi sehingga menyebabkan lonjakan kadar gula darah.
"Bila terlalu matang atau kulit berubah kecokelatan maka indeks glikemiknya tinggi. Ini bisa membuat kadar gula darah cepat naik dan juga cepat turunnya. Kalau dikonsumsi saat sahur bisa memicu rasa lapar lebih cepat," kata Dr dr Fiastuti Witjaksono, MSc MS, SpGK dari FKUI/RSCM, di Jakarta, belum lama ini.
Ketika tubuh terisi dengan makanan berglikemik tinggi, lanjut dia, kerja pankreas akan lebih berat sehingga memicu timbulnya diabetes melitus.
Oleh karena itu Fiastuti lebih menyarankan untuk mengonsumsi pisang yang tak terlalu matang atau masih terdapat warna kehijauan pada kulitnya.
"Yang paling baik itu kalau pisang masih ada sedikit warna hijau di kulitnya. Indeks glikemiknya rendah sehingga aman dikonsumsi. Makanya beli pisang itu nggak bisa disimpan sampai 4-5 hari karena warna pasti berubah kecokelatan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak