Suara.com - Telinga merupakan salah satu anggota tubuh yang sangat penting, karena membuat manusia bisa mendengar suara apapun. Bisa dibayangkan betapa tak nyaman dan tersiksanya bila pendengaran Anda mengalami gangguan.
Karenanya jangan pernah mengganggap sepele gangguan apapun yang dialami pendengaran Anda. Apalagi gangguan pendengaran ternyata juga bisa menjadi salah satu tanda kanker otak.
Pasti Anda tidak akan menyangka hingga sejauh itu kan? Tapi itulah kenyataan yang dialami oleh seorang mahasiswi di Inggris bernama, Helena Berthon.
Awalnya ia sering mengabaikan gangguan pendengaran yang membuatnya tidak bisa mendengar suara secara jelas. Namun lama-kelamaan keluhannya itu disertai dengan sulitnya Helena menjaga keseimbangan dan pandangan yang mulai kabur.
Merasa ada yang tidak beres dengan kondisi kesehatannya, ia kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh di salah satu rumah sakit di Bristol, London. Hasil diagnosa menunjukkan bahwa Helena menderita acoustic neuroma atau vestibular schwannoma.
Penyakitnya itu adalah tumor pada saraf otak yang mengontrol pendengaran serta keseimbangan. Tumor ini berukuran kecil, tumbuh secara lambat, tapi sangat menekan. Selain terjadinya gangguan pendengaran, acoustic neuroma akan membuat penderita mengalami sakit kepala yang berkelanjutan, penglihatan yang kabur hingga lemahnya otot pada satu sisi wajah.
Penyakit acoutic neuroma ini sebenarnya bila terdeteksi sejak dini tidak terlalu memerlukan tindakan operasi, tetapi bila ukuran tumor sudah terlalu besar maka harus dioperasi.
"Mengingat ukuran tumor yang ada dalam kepala saya berukuran besar, maka saya melakukan operasi. Memang ada beberapa efek samping lainnya seperti stroke ringan. Namun dengan usia saya yang masih muda yaitu 27 tahun maka saya yakin bahwa saya bisa sembuh," jelas Helena.
Beranjak dari kasusnya itulah ia memetik pelajaran bahwa gangguan kesehatan sekecil apapun tidak boleh diabaikan, karena bisa jadi itu merupakan tanda adanya penyakit serius. (Daily Mail)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak