Suara.com - Sesuai namanya, volunteer atau rela mendedikasikan waktu, tenaga, kemampuan dan uangnya untuk membantu tercapainya suatu tujuan. Oleh karena itu, menjadi volunteer atau relawan merupakan pilihan masing-masing orang.
Namun dibalik pengorbanan yang kita berikan sebagai seorang relawan, ada manfaat kesehatan yang bisa kita dapatkan. Menurut psikolog Ratih Ibrahim, menjadi seorang relawan memberikan kepuasan batin yang menciptakan rasa bahagia sehingga mempengaruhi kesehatan fisik dan mental.
"Saat melayani orang lain, secara bersamaan sebenarnya kita sedang melayani diri sendiri. Ada kepuasan batin yang kita rasakan ketika kita benar-benar tulus ikhlas menjadi relawan. Perasaan ini akan membuat sel-sel tubuh tumbuh bagus dan sehat," ujarnya pada acara "Nutrifood Berbagi Inspirasi : Menjadi Relawan, Aksi Nyata Membangun Indonesia" di Jakarta, Rabu (5/8/2015).
Tak hanya itu, lanjut Ratih, saat terlibat sebagai relawan, seseorang juga bisa mendapatkan teman baru yang memiliki kesamaan visi dan mencetaknya menjadi seseorang yang lebih terampil di bidang tersebut.
"Kita juga membangun relasi. Sebagai makhluk sosial ketika kita menutup diri dari orang lain maka jiwa kita akan sakit. Selain itu semakin sering kita bergelut dalam bidang itu maka kita juga akan semakin ahli," imbuhnya.
Semua manfaat positif dari menjadi relawan ini bisa didapatkan seseorang asalkan ia melakukannya dengan tulus dan tanpa pamrih.
"Dasarnya harus tanpa pamrih. Dengan menolong orang lain akan memberi kebaikan pada hidup kita sendiri sebenarnya. Ketika nanti kita menemui kesulitan, ada saja kemudahan yang kita dapatkan sebagai balasan dari kebaikan yang kita pernah lakukan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak