Foto / News
Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:00 WIB
Foto udara kendaraan pengangkut wisatawan melintasi kepulan asap dari kawasan Blok Bantengan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/tom]
Foto udara asap mengepul dari kawasan Blok Bantengan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/tom]
Sejumlah petugas berupaya memadamkan kebakaran hutan di Blok Bantengan, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/tom]
Sejumlah petugas berupaya memadamkan kebakaran hutan di Blok Bantengan, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/tom]
Sejumlah petugas berupaya memadamkan kebakaran hutan di Blok Bantengan, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/tom]
Foto udara sejumlah petugas berupaya memadamkan kebakaran hutan di Blok Bantengan, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/tom]

Suara.com - Foto udara kendaraan pengangkut wisatawan melintasi kepulan asap dari kawasan Blok Bantengan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026). Kepulan asap terlihat menyelimuti area yang menjadi jalur kendaraan wisata menuju kawasan Bromo.

Balai Besar TNBTS menutup sementara akses wisata melalui pintu Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro untuk mendukung proses pemadaman serta menjamin keselamatan pengunjung. Sementara itu, akses melalui Cemoro Lawang dan Wonokitri tetap dibuka hingga kawasan Lautan Pasir.

Tim gabungan dikerahkan untuk memadamkan api agar tidak meluas ke kawasan konservasi. Upaya penanganan difokuskan pada perlindungan ekosistem, masyarakat sekitar, dan wisatawan di tengah meningkatnya risiko kebakaran hutan pada musim kemarau.

Petugas melakukan pemadaman dengan penyemprotan air, pembuatan sekat bakar, serta pemukulan api menggunakan peralatan manual. Operasi melibatkan personel TNBTS, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api, relawan, dan BPBD.

Balai Besar TNBTS mengimbau wisatawan dan masyarakat tidak menyalakan api di kawasan taman nasional selama musim kemarau. Kondisi vegetasi yang mengering membuat kawasan Bromo lebih rentan terhadap kebakaran sehingga pengunjung diminta mematuhi seluruh aturan keselamatan. [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/tom]

Load More