Suara.com - Anda yang gemar mengunyah permen karet, mungkin pernah tanpa sengaja menelannya. Ketika hal ini sudah terlanjur terjadi, bisa jadi Anda jadi bertanya-tanya, sebenarnya amankah menelan permen tersebut?
Menjawab pertanyaan tersebut, peneliti makanan Dr Stuart Farrimond menjelaskan bahwa permen karet mengandung bahan kimia yang disebut Titanium Dioksida. Zat yang terdaftar sebagai E171 ini kerap digunakan dalam kosmetik dan vitamin, serta obat-obatan lainnya untuk membentuk tablet.
Lebih lanjut ia menerangkan bahwa titanium dioksida merupakan bubuk putih yang digunakan sebagai bahan tertentu untuk terlihat lebih putih, seperti pada mozzarella keju, saus lobak, lemon curd atau pasta gigi, termasuk permen karet.
"Beberapa penelitian mungkin menyebut titanium dioksida tidak berbahaya, namun International Agency for Research on Cancer (IARC) sempat menyatakan, debu titanium dioksida dianggap sebagai pemicu kanker karena bersifat karsinogen grup 2 B," jelas Farrimond.
Meski demikian titanium dioksida pada permen karet, lanjut dia, masih memiliki ambang batas aman. "Bila dikonsumsi dalam waktu lama dan konsentrasi rendah, boleh saja. Jika Anda khawatir, saya sarankan untuk tidak menelannya dan segera membuang saat sarinya hilang," kata Farrimond. (Daily Mail)
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital