Suara.com - Tak seperti bayi pada umumnya, bayi laki-laki di India ini lahir dengan tiga penis. Dokter mendiagnosis, kelainan yang cukup langka pada bayi ini merupakan difalia, yakni kondisi dimana bayi lahir dengan dua penis.
Pada bayi India yang tak disebutkan namanya ini, penis ketiga ternyata tumbuh meski tak sempurna dan melekat di antara kedua penis lainnya. Meski demikian, bayi tersebut hanya bisa buang air kecil melalui satu penis saja. Dua penis lainnya terdiagnosis memiliki jaringan ereksi.
Sayangnya meski dikaruniai tiga penis, dokter tidak menemukan lubang anus pada bayi itu. Oleh karenanya, dokter melakukan tindakan kolostomi dengan menyayat bagian perut untuk mengeluarkan kotoran melalui tabung.
Agar kembali normal, bayi berusia dua tahun tersebut menjalani serangkaian operasi pembedahan di Rumah Sakit Sion, Mumbai, India. Kedua penis yang berfungsi akan disatukan dan dibalut dengan kulit di sekitarnya melalui operasi yang berlangsung selama enam jam.
Dokter mengatakan, meski telah menjalani operasi penyatuan penis, bayi tersebut tetap mampu berhubungan seks secara normal dan saluran spermanya tetap berfungsi dengan baik ketika Ia dewasa.
Kasus bayi dengan dua penis termasuk kasus yang langka. Sejak 1609, berbagai literatur mencatat bahwa kasus bayi difalia hanya berjumlah 100an di seluruh dunia. (Daily Mail)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh