Suara.com - Selama ini teh hijau dikenal sebagai salah satu minuman yang memiliki manfaat kesehatan dan kecantikan. Namun, tahukah Anda bahwa teh hijau juga bisa menimbulkan gangguan kesehatan bila dikonsumsi berlebihan.
Inilah yang menjadi alasan mengapa Anda disarankan mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar agar mendapatkan manfaatnya dan terhindar dari risiko kesehatan.
Lantas, apa sih risikonya bila menyeruput teh hijau secara berlebihan? Yuk, simak penjelasannya seperti dilansir Zeenews.
1. Menyebabkan osteoporosis
Minum terlalu banyak teh hijau dapat menghilangkan banyak kalsium dari tubuh melalui buang air kecil. Hal ini dapat menyebabkan Anda kekurangan kalsium. Cara terbaik adalah membatasi asupan teh hijau, paling tidak dua cangkir sehari.
2. Mengandung kafein
Teh ini mengandung kafein. Terlalu banyak kafein akan menyebabkan efek samping, seperti kecemasan dan kegelisahan brlebihan.
3. Berisiko pada ibu hamil dan menyusui
Teh hijau harus dihindari oleh ibu hamil dan menyusui, karena dapat menimbulkan risiko keguguran. Kafein dalam teh hijau dapat mempengaruhi bayi.
4. Gangguan medis
Teh hijau dapat menyebabkan masalah jika Anda juga mengonsumsi obat-obatan stimulan, hormon, antibiotik, pengencer darah atau obat yang menimbulkan risiko kerusakan hati. Hal ini juga dapat memperburuk kondisi, seperti diare, glaukoma, dan gangguan perdarahan.
5. Sebabkan kekurangan zat besi
Minum teh hijau dapat mempengaruhi tingkat penyerapan zat besi ke dalam tubuh. Hal ini dapat dihindari jika Anda dapat menambahkan sedikit lemon dalam teh hijau untuk meningkatkan penyerapan zat besi.
6. Mual
Minum teh hijau pada perut kosong dapat menyebabkan mual. Sebaiknya minum teh hijau, setelah Anda makan, terutama makan makanan berlemak.
Saran lain saat minum teh hijau, sebaiknya tidak menambahkan gula ke dalam teh hijau, karena hanya meningkatkan asupan kalori dalam tubuh dan mengurangi manfaatnya.
Tag
Berita Terkait
-
Kapan Waktu Terbaik Minum Teh Hijau? Ketahui agar Manfaat yang Didapat Maksimal
-
Sama-sama Hijau, Ini 5 Perbedaan Mendasar Teh Hijau dan Matcha
-
Dari Latte Sampai Brownies: 7 Kreasi Matcha yang Bikin Dunia Jatuh Cinta
-
Bye-Bye Kopi? Matcha Jadi Primadona Baru di Kalangan Anak Muda, Ini Alasannya!
-
5 Rekomendasi Parfum Murah Aroma Teh Hijau: Wangi Segar, Tahan Lama, Mulai Belasan Ribu
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital