Suara.com - Menjadi multi taskers memang akan membuat seseorang selangkah lebih maju, karena mampu melakukan banyak hal dalam satu waktu.
Namun, Anda juga harus mengetahui bahwa ada risiko yang mengancam kesehatan fisik dan mental bila terlalu sering multitasking.
Lantas, apa saja risikonya? Berikut uraiannya seperti dilansir dari Boldsky.
1. Volume otak bisa menyusut
Tahukah Anda bahwa terlalu banyak multitasking dapat membebani kerja otak Anda yang kemudian berujung pada menyusutnya volume otak? Dalam jangka waktu tertentu, penurunan ini bisa menyebabkan gangguan memori, penurunan kemampuan untuk berpikir jernih, serta sulit konsentrasi.
2. Meningkatkan risiko stres
Bila setiap hari Anda melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan, tentu saja Anda juga akan berisiko tinggi untuk stres. Ini dikarenakan seorang multi taskers boleh dibilang tidak memiliki jeda dalam otaknya untuk istirahat sejenak dan bersantai. Jika dibiarkan, lama-kelamaan kondisi ini bisa membuatnya depresi.
3. Ketidakseimbangan emosi
Nah, bila stres dibiarkan terus menerus akibat multitasking, maka risiko selanjutnya adalah Anda bisa mengalami ketidakseimbangan emosi. Akibatnya, Anda akan mudah frustasi, jengkel, cemas, serta kehilangan kesabaran.
4. Meningkatkan risiko obesitas
Secara tidak langsung, multitasking juga bisa membuat seseorang berisiko tinggi obesitas. Ini dikarenakan pekerjaan dan tanggung jawab yang banyak membutuhkan energi besar dalam waktu yang cepat. Kondisi inilah yang menyebabkan seorang multi taskers cenderung banyak makan.
5. Kualitas tidur terganggu
Stres dan depresi yang menjadi dampak buruk dari multi tasking secara otomatis akan mempengaruhi tidur si multi taskers. Kondisi ini tentu saja akan membuat Anda jadi sulit tidur alias insomnia yang pada gilirannya akan berdampak buruk pada kesehatan.
6. Penuaan dini
Stres, depresi, dan tanggung jawab yang besar yang dialami oleh multi taskers juga akan akan memberikan dampak buruk pada wajah Anda. Keriput akan sering timbul sehingga penuaan dini cepat terjadi.
7. Mempengaruhi kesehatan kardiovaskular
Terlalu banyak multi tasking juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi pada sistem kardiovaskular yang pada gilirannya akan menurunkan kesehatan jantung.
Jadi, hati-hati bagi Anda yang multiasking. Sesibuk apapun aktivitas Anda, tetaplah berusaha untuk membagi waktu antara beraktivitas dengan istirahat, olahraga, dan jangan lupa untuk memerhatikan pola makan yang sehat.
Semua itu sangat penting untuk diperhatikan agar Anda terhindar dari semua risiko tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Budget 2 Jutaan Dapat Tablet Apa? Ini 5 Rekomendasi Paling Worth It, Ada Slot SIM Card
-
7 HP Infinix Paling Murah 2026, Performa Juara untuk Multitasking
-
5 HP Honor 5G Terbaru, Performa Andal untuk Multitasking dan Produktivitas
-
5 Tablet Murah di Bawah Rp2 Juta yang Anti Lag buat Multitasking Harian
-
5 Tablet Snapdragon Terbaik untuk Multitasking, Performa Ngebut Tanpa Lag
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!