Suara.com - Studi terkini yang dilakukan tim peneliti dari Johns Hopkins University menemukan adanya kaitan antara vitamin D dengan masalah disfungsi ereksi atau impotensi. Temuan menunjukkan bahwa lelaki yang kurang asupan vitamin D lebih berisiko mengalami disfungsi ereksi.
Menurut peneliti, lelaki kerap kekurangan vitamin D karena kurangnya paparan sinar matahari pagi yang diketahui kaya akan vitamin D.
"Kekurangan vitamin D bisa diperbaiki dengan mengonsumsi diet lengkap dan seimbang, olahraga, mengonsumsi suplemen tambahan dan meluangkan waktu untuk terpapar sinar matahari," ujar dr Erin Michos, salah satu peneliti
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa vitamin D salah satunya berfungsi untuk melindungi pembuluh darah di seluruh tubuh. Jika kekurangan vitamin D, maka kaum Adam juga berpotensi mengalami disfungsi ereksi yang ditandai dengan aliran darah sulit mencapai ke penis.
Oleh karena itu Erin mengimbau agar para lelaki rutin menjalani pemeriksaan tingkat vitamin D dalam tubuh untuk mencegah masalah disfungsi ereksi.
"Ini yang menjadi fokus kita, apakah dengan menambah asupan vitamin D maka seseorang bisa terbebas dari masalah disfungsi ereksi," imbuhnya. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat