Suara.com - Menjaga kebersihan merupakan salah satu aspek terpenting agar diri kita tetap sehat. Namun, ada beberapa kesalahan yang sering kita lakukan saat melakukan kegiatan tersebut.
Menyikat gigi, mandi, dan mencuci pakaian adalah kebersihan yang harus tetap dipertahankan. Jika tidak, mikroorganisme akan mudah menyerang Anda dan menyebabkan infeksi.
Kebersihan yang tepat dapat mencegah risiko kolera, disentri, radang paru-paru, infeksi mata, dan kudis. Sekarang, mari kita bahas kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat menjaga kebersihan seperti dilansir Boldsky.
1. Mandi lebih dari sekali sehari
Tujuan utama mandi untuk membersihkan debu, bakteri dan racun pada kulit setiap hari. Tetapi jika mandi dilakukan lebih dari sekali sehari, kulit mungkin akan mengalami iritasi bahkan bisa juga infeksi kulit tertentu karena kering. Hal itu dapat membuat beberapa jenis bakteri pada tubuh bersemayam.
2. Menyikat gigi hanya sekali sehari
Menyikat gigi sekali sehari tidaklah cukup untuk menjaga gigi tetap sehat. Dokter gigi merekomendasikan menyikat gigi dan flossing setiap setelah makan utama untuk menjaga masalah gigi di di kemudian hari.
3. Menyeka keringat sembarangan
Gunakan handuk bersih untuk menyeka keringat di tubuh. Kebiasaan menggunakan tangan untuk membersihkan keringat sangat berisiko, apalagi tangan mengandung banyak bakteri.
4. Tidak membersihkan karpet
Banyak yang melupakan kegiatan ini, karena memang kadang karpet tidak terlihat kotor. Padahal jenis mikroorganisme dapat bertahan pada karpet yang tidak dibersihkan. Vakum pembersih tidak cukup. Para ahli kesehatan merekomendasikan pembersihan profesional pada karpet setidaknya dua kali setahun.
5. Menggunakan alat pembersih orang lain
Jangan sekali-kali berbagi handuk atau pemotong kuku dengan siapa pun. Cara ini dapat menyebarkan bakteri dari satu orang ke orang lainnya.
6. Menggunakan 'hand sanitizer' berlebihan
Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, sama halnya dengan produk yang satu ini. Jika Anda terlalu sering menggunakan produk-produk tersebut, kulit bisa menjadi kering dan mulai menjadi rentan terhadap serangan bakteri tertentu.
7. Jangan cuci pakaian dalam di mesin cuci
Para ahli kesehatan mengatakan bahwa membersihkan pakaian dalam di mesin cuci bersama dengan pakaian lainnya dapat menularkan bakteri. Sebaiknya cuci pakaian dalam secara terpisah dalam air hangat dan menggunakan tangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang