- FIFA menunjuk Slavko Vincic asal Slovenia untuk memimpin laga final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol.
- Pertandingan puncak tersebut akan diselenggarakan di Stadion MetLife, New Jersey, dengan melibatkan tim wasit asal Slovenia.
- Penunjukan ini mencatat sejarah bagi Vincic sebagai wasit Slovenia pertama yang memimpin laga final Piala Dunia FIFA.
Suara.com - Wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, resmi ditunjuk FIFA untuk memimpin final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina melawan Spanyol di Stadion MetLife, New Jersey.
Penunjukan tersebut menjadi tonggak sejarah dalam karier Vincic setelah sebelumnya dipercaya memimpin final Liga Champions 2024.
Saat pengumuman resmi disampaikan di hadapan rekan-rekan sesama wasit, Vincic tak mampu membendung rasa haru hingga menitikkan air mata.
Suasana pun berubah emosional ketika ia merayakan pencapaian tersebut bersama tim wasit FIFA yang memberikan tepuk tangan meriah.
Kehormatan Besar bagi Slavko Vincic dan Slovenia
Pengalaman panjang Vincic sebagai wasit internasional sejak 2010 akhirnya berbuah kesempatan memimpin pertandingan paling bergengsi di dunia.
"Pertama-tama sangat mengejutkan. Lalu muncul rasa bahagia. Saya sampai gemetar; sungguh sebuah kehormatan luar biasa bisa memimpin laga final Piala Dunia (FIFA)," kata Vincic.
Prestasi tersebut membuat Vincic menjadi wasit asal Slovenia pertama yang dipercaya memimpin final Piala Dunia.
Secara keseluruhan, pria berusia 46 tahun itu menjadi wasit ke-23 yang mendapat kehormatan memimpin partai puncak turnamen empat tahunan tersebut.
Baca Juga: Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026
Sebelumnya, Vincic juga memiliki rekam jejak mentereng dengan memimpin final Liga Europa 2022, final Liga Champions 2024, serta semifinal Euro 2024.
Penunjukan Sempat Tuai Sorotan
Meski demikian, penunjukan Vincic mendapat sorotan dari sebagian pendukung Spanyol, khususnya suporter Real Madrid.
Hal itu berkaitan dengan keputusan kontroversialnya saat memberikan kartu kuning kedua kepada Eduardo Camavinga dalam laga Bayern Munchen melawan Real Madrid di Liga Champions musim lalu.
Terlepas dari sorotan tersebut, Vincic memilih fokus mempersiapkan diri bersama dua asistennya, Tomaz Klancnik dan Andraz Kovacic, yang juga berasal dari Slovenia.
"Tugas wasit sepenuhnya adalah kerja sama tim. Tanpa mereka, tanpa Tomaz dan Andraz, hal ini tidak mungkin bisa terwujud," ujar Vincic.
Berita Terkait
-
Deschamps Tegaskan Prancis Tak Akan Main-main Hadapi Inggris di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia
-
Prediksi Lini dan Skor Prancis vs Inggris: Siapa Berhak di Posisi Ketiga?
-
Nobar Piala Dunia 2026 BRI Berkesan: Hangat dan Penuh Kebersamaan, Dari Medan Sampai Jakarta
-
Psikologi Suporter: Mengapa Kita Membenci Tim Lawan Tanpa Alasan?
-
Langgar Tradisi FIFA, Donald Trump Tetap akan Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Momen Slavko Vincic Menangis Haru usai Terpilih Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026
-
Apa Beda Slow Jogging dan Lari Biasa? Kenali 5 Perbedaannya Sebelum Coba!
-
Bungkam Keraguan, Debut Sutradara Muda Ferly Halim 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis' Banjir Air Mata
-
Bae Nara dan Han Jae Ah Umumkan Rencana Menikah Usai 7 Bulan Go Public
-
Amnesty Soroti Mandeknya Kasus HAM Berat, Kementerian HAM Dinilai Sekadar Simbol
-
Alasan Kia Seltos Turbo Tak Ikut Diboyong ke Indonesia
-
Sunscreen Labore untuk Umur Berapa? Cek Anjuran Pemakaian Resminya
-
Kurikulum: Mengapa Pendidikan Sering Gagal Menyentuh Realitas Lokal
-
Proyek LNG Abadi Blok Masela Resmi Prioritaskan Pasar Domestik, Ini Strategi Pemerintah
-
Presiden Pimpin Panen Raya TNI Terintegrasi di Malang, Gubernur: Jatim Pilar Utama Ketahanan Pangan