- Amnesty International Indonesia menyoroti belum tuntasnya berbagai kasus pelanggaran HAM berat yang diduga melibatkan oknum aparat pemerintah.
- Usman Hamid meragukan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo dalam mengusut aktor intelektual di balik dugaan kejahatan kemanusiaan tersebut.
- Kehadiran Kementerian HAM dinilai belum memberikan dampak nyata dalam penyelesaian kasus dan sekadar menjadi instrumen citra pemerintah.
Suara.com - Amnesty International Indonesia menyoroti mandeknya penyelesaian berbagai kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat yang hingga kini belum menemukan kejelasan. Sejumlah perkara yang diduga melibatkan tokoh militer, kepolisian, maupun pemerintahan dinilai masih jauh dari penyelesaian.
Direktur Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai pemerintah hingga kini belum menunjukkan kemauan politik yang kuat untuk mengusut tuntas kasus-kasus tersebut.
Ia bahkan meragukan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mampu mengungkap aktor intelektual di balik berbagai dugaan kejahatan kemanusiaan.
"Apakah kepemimpinan politiknya (Prabowo) memang memperlihatkan kemauan untuk menyelesaikan? Tampaknya tidak," kata Usman kepada Suara.com, Kamis (16/7/2026).
Menurut Usman, gaya kepemimpinan Prabowo yang dinilainya kental dengan nuansa militeristik juga tidak menunjukkan adanya upaya serius untuk memulihkan rasa keadilan bagi para korban pelanggaran HAM.
Di sisi lain, ia menilai sejumlah kebijakan pemerintah yang terkesan populis justru berdampak pada meningkatnya perampasan hak kelompok masyarakat marginal.
Usman juga menyoroti keberadaan Kementerian Hak Asasi Manusia yang dibentuk pada pemerintahan saat ini. Meski telah ada kementerian khusus yang menangani isu HAM, ia menilai kehadirannya belum memberikan dampak nyata terhadap penyelesaian berbagai kasus pelanggaran HAM berat.
"Bagi saya, pembentukan Kementerian HAM belum menunjukkan hasil yang signifikan dalam penyelesaian kasus-kasus HAM berat," ujarnya.
Menurutnya, keberadaan kementerian tersebut lebih terlihat sebagai upaya membangun citra pemerintah ketimbang menjadi instrumen penyelesaian kasus.
Baca Juga: Sering Picu Demo, 10 Undang-Undang Ini Tengah Dievaluasi oleh Kementerian HAM
Di akhir pernyataannya, Usman mengajak masyarakat sipil untuk terus memberikan tekanan kepada pemerintah agar penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM berat tidak berhenti di tengah jalan.
"Dalam banyak pengalaman di dunia, keadilan atas pelanggaran HAM berat itu tegak ketika ada tekanan masyarakat yang sangat luas. Sekarang tekanannya sudah ada, tapi mungkin belum cukup kuat," tuturnya.
Reporter: Alif Bintang
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Amnesty Soroti Mandeknya Kasus HAM Berat, Kementerian HAM Dinilai Sekadar Simbol
-
Alasan Kia Seltos Turbo Tak Ikut Diboyong ke Indonesia
-
Sunscreen Labore untuk Umur Berapa? Cek Anjuran Pemakaian Resminya
-
Kurikulum: Mengapa Pendidikan Sering Gagal Menyentuh Realitas Lokal
-
Proyek LNG Abadi Blok Masela Resmi Prioritaskan Pasar Domestik, Ini Strategi Pemerintah
-
Presiden Pimpin Panen Raya TNI Terintegrasi di Malang, Gubernur: Jatim Pilar Utama Ketahanan Pangan
-
Lastri: Arwah Kembang Desa dan Perempuan yang Selalu Dikambinghitamkan
-
HUAWEI MatePad Pro Max Segera Meluncur di Indonesia, Tablet AI 13 Inci Tipis Siap Gantikan Laptop?
-
Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
-
Hanya Ada Motor: Misteri Hilangnya Kakek 70 Tahun di Hutan Wangun Tuban Belum Terpecahkan