Suara.com - Sungguh malang nasib yang dialami seorang remaja bernama Brenden Baker (13) asal Texas, Amerika Serikat ini.
Sejak lahir ia menderita penyakit langka yang disebut sindrom Desbuquois yang memengaruhi perkembangan tulang dan tulang rawannya.
National Institutes of Health (NIH) menyebutkan penyakit ini mengakibatkan penderita mengalami kelemahan sendi yang parah.
Kasus langka yang dialami Brenden ini hanya ada 50 kasus dalam literatur medis. "Dia bertubuh dan berkaki pendek, karakteristik wajahnya khas dan kerap mengalami kelemahan sendi yang sulit diketahui penyebabnya," ujar kakek Brenden, Bruce Bachman.
Ia mengungkapkan ketika Brenden lahir, dokter sebenarnya telah memvonis bahwa cucunya itu hanya bisa bertahan hidup dalam beberapa hari saja. Namun, tak disangka Tuhan berkehendak lain. Ya, Brenden masih hidup hingga kini.
"Selama 12 tahun kesehatannya relatif baik. Namun, tahun lalu kondisinya sempat memburuk hingga dokter memberikannya oksigen," ungkap sang kakek.
Meski kondisinya sangat menyedihkan, keluarga dan teman-temannya mengatakan Brenden selalu optimis menjalani hidupnya. "Dia menjalani hidup dengan kekuatannya, tidak pernah mengeluh atau menjadi pesimis," tutur Chris Baker, ayah Brenden.
Kini, menjelang ulang tahunnya yang ke-13, Brenden berharap semakin banyak orang yang mau menyumbangkan dana untuk membantu biaya pengobatannya yang dihimpun oleh The Children Miracle Network, sebuah organisasi yang selama ini mendukung Brenden sejak lahir. (Foxnews)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh