Suara.com - Apakah kontrasepsi oral menimbulkan risiko pada perempuan obesitas? Sebuah penelitian baru mengatakan ya.
Risiko stroke dapat meningkat pada perempuan obesitas yang menggunakan pil KB oral.
Studi ini mengatakan bahwa perempuan yang memiliki BMI lebih dari 30, mungkin harus menghadapi risiko menderita CVT ketika menggunakan kontrasepsi oral. Risiko ini 30 kali lebih banyak dibandingkan perempuan lain yang memiliki berat badan rata-rata.
CVT berarti trombosis vena serebral, yakni gumpalan terjadi di pembuluh darah otak. Meskipun ini termasuk salah satu jenis stroke langka, para peneliti mengatakan bahwa risiko ini dapat meningkat bagi perempuan yang mengalami obesitas dan berada di bawah penggunaan pil KB oral.
Penelitian ini tidak melihat adanya hubungan antara obesitas dan stroke. Tapi peneliti mengatakan bahwa dokter perlu berpikir dua kali untuk meresepkan pil KB oral bagi perempuan yang mengalami obesitas.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kontrasepsi oral dapat meningkatkan risiko arteri-iskemik-stroke pada perempuan yang memiliki BMI di atas 30. Jadi, penting untuk meningkatkan kesadaran di kalangan perempuan obesitas tentang penggunaan pil KB oral, menurut para peneliti.
Bahkan, para ahli kesehatan menganjurkan setiap perempuan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum merencanakan kehamilan seperti tentang berbagai langkah yang perlu diambil. Selain itu, praktisi medis bersertifikat juga bisa menawarkan bimbingan untuk memastikan kehamilan dan persalinan yang aman. (Boldsky)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat