Suara.com - Alergi bisa menyerang Anda karena ada sesuatu masalah di rumah. Misalnya, ruangan yang kotor dan berdebu, hadirnya serangga, bulu hewan peliharaan, asap rokok, dan sebagainya.
Berbagai macam reaksi alergi yang umumnya timbul seperti kulit memerah dan gatal, bersin-bersin, batuk, dan sesak napas. Alergen atau suatu hal penyebab alergi akan menyerang kesehatan dan mengganggu aktivitas Anda.
Oleh sebab itu, berikut ini simak tips mengatasi penyebab alergi di rumah:
1.Debu
Banyak orang yang alergi karena debu. Ciri-cirinya terjadi ruam di kulit dan masalah pernapasan. Guna mencegahnya, bersihkan debu di rumah secara teratur baik itu debu di lantai, furnitur, hingga yang menempel di sprei dan selimut kamar tidur Anda.
2. Rokok
Asap rokok juga bisa menyebabkan alergi. Oleh sebab itu, sebaiknya buat aturan untuk tidak boleh merokok di dalam ruangan, sehingga yang tidak merokok bisa terbebas dari pencemaran asap rokok.
3. Serangga
Serangga seperti lalat, nyamuk, dan ngengat bisa menjadi penyebab alergi. Oleh sebab itu, jaga kebersihan di dalam dan di luar rumah untuk mencegah serangga masuk ke rumah. Jika rumah sudah diserang serangga, gunakan obat pembasmi serangga untuk membunuhnya.
4. Hewan Peliharaan
Bulu hewan peliharaan seperti anjing dan kucing bisa memicu alergi pada sebagian orang. Guna mengatasinya, rajinlah membersihkan dan memandikan hewan peliharaan dengan menggunakan sampo dan krim pencegah bulu rontok khusus binatang.
5. Dupa/Pewangi
Selain itu, asap dupa dan parfum pewangi bisa menyebabkan alergi bagi beberapa orang. Hindari bau dupa atau pewangi jika Anda merasa sakit kepala dan mual saat menciumnya.
| Published by Rumahku.com |
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin