Suara.com - Tak ada bukti yang menunjukkan bahwa meminum kopi bisa menyebabkan kanker, demikian dikatakan organisasi kesehatan dunia (WHO) baru-baru ini ketika mencoret kopi dari daftar penyebab penyakit kanker di dunia.
Meski demikian lembaga itu memperingatkan untuk jangan meminum cairan hitam itu dan minuman lainnya dalam kondisi panas karena bisa menyebabkan kanker.
Sebelumnya Badan Riset Kanker Internasional (IARC) memasukkan kopi sebagai salah satu penyebab penyakit kanker (karsinogenik). Kini lembaga itu telah mencoret kopi dari daftarnya.
IARC mengatakan bahwa penelitian terbarunya menunjukkan bahwa tak ada bukti yang memastikan bahwa kopo memiliki efek karsinogenik. Lembaga itu, mengutip sejumlah riset, justru mengatakan bahwa kopi bisa mengurangi risiko beberapa jenis kanker.
"Ini bukan berarti bahwa kopi benar-benar aman, tetapi menunjukkan bahwa semakin sedikit alasan untuk khawatir dari sebelumnya," kata Danan Loomis, deputi kepala IARC.
Tetapi dalam kesempatan yang sama IARC memperingatkan bahwa meminum cairan apa saja - termasuk air, kopi, atau teh - yang suhunya di atas 65 derajah Celcius bisa menyebabkan kanker esofagus. (Reuters)
Berita Terkait
-
Seraut Kenangan dalam Secangkir Kopi di Kedai Tempo Doeloe Kalisat Jember
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Resep Ketenangan di Pojok Kopi Dusun: Saat Modernitas Bertemu Tradisi di Kawasan Candi Muaro Jambi
-
Kasus Kanker Masih Tinggi di Indonesia, Pakar Dorong Perawatan yang Lebih Personal
-
Potret Sunyi Perempuan Pantura di Balik Secangkir Kopi Pangku
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya