- Dr Lim Ee Jean dari Singapore General Hospital menyatakan penanganan kanker ginjal disesuaikan secara individual tanpa operasi pengangkatan wajib bagi semua pasien.
- Teknologi kedokteran modern memungkinkan pemantauan aktif, terapi pembekuan sel kanker, serta operasi minimal invasif demi mempertahankan fungsi ginjal pasien.
- Pemeriksaan kesehatan rutin membantu deteksi dini benjolan ginjal sehingga peluang keberhasilan pengobatan menjadi jauh lebih besar bagi pasien.
Suara.com - Mendengar diagnosis kanker ginjal sering kali membuat pasien berpikir bahwa satu-satunya pilihan adalah operasi pengangkatan ginjal. Padahal, perkembangan dunia kedokteran telah mengubah cara penanganan penyakit ini secara signifikan.
Kini, pengobatan kanker ginjal tidak lagi menggunakan pendekatan "satu terapi untuk semua pasien". Dokter akan memilih penanganan yang paling tepat berdasarkan ukuran tumor, kondisi kesehatan pasien, fungsi ginjal, hingga preferensi pasien sendiri.
Menurut Dr Lim Ee Jean, Consultant, Department of Urology, Singapore General Hospital (SGH), setiap kasus kanker ginjal memiliki karakteristik yang berbeda sehingga keputusan terapi harus dibuat secara individual.
"Tidak ada satu jenis pengobatan yang cocok untuk semua pasien kanker ginjal. Penanganannya harus disesuaikan dengan karakteristik tumor, fungsi ginjal, kondisi kesehatan secara keseluruhan, hingga kebutuhan masing-masing pasien," ujar Dr Lim kepada Suara.com.
Banyak Kasus Ditemukan Tanpa Sengaja
Yang menarik, sebagian besar kanker ginjal justru ditemukan bukan karena pasien mengalami keluhan.
Saat ini semakin banyak orang menjalani medical check-up atau pemeriksaan USG untuk memantau penyakit seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, maupun gangguan kesehatan lainnya. Dari pemeriksaan inilah dokter kerap menemukan adanya benjolan pada ginjal yang sebelumnya tidak disadari pasien.
Menurut Dr Lim, kondisi tersebut membuat banyak pasien datang dalam stadium yang masih bisa ditangani dengan berbagai pilihan terapi.
Sebaliknya, bila kanker sudah membesar, pasien baru mulai merasakan gejala seperti:
- darah pada urine,
- nyeri di pinggang atau punggung,
- muncul benjolan di perut,
- perut terasa penuh,
- berat badan turun tanpa sebab,
- mudah lelah.
Karena itulah, pemeriksaan kesehatan rutin menjadi salah satu cara penting untuk menemukan kanker ginjal lebih dini.
Tidak Semua Pasien Harus Langsung Operasi
Berbeda dengan anggapan masyarakat, diagnosis kanker tidak selalu berarti pasien harus segera masuk ruang operasi.
Dr Lim menjelaskan, sebelum menentukan terapi, dokter akan mengevaluasi berbagai aspek, mulai dari:
- ukuran tumor,
- lokasi tumor di dalam ginjal,
- apakah kanker sudah menyebar,
- hubungan tumor dengan pembuluh darah besar,
- fungsi ginjal pasien,
- kondisi kesehatan secara umum,
- hingga usia biologis dan kemampuan pasien menjalani pemulihan.
"Bukan hanya usia yang menentukan seseorang bisa menjalani operasi atau tidak. Kondisi fisik secara keseluruhan jauh lebih penting," jelasnya.
Ada Pasien yang Cukup Dipantau