Suara.com - Anyang-ayangan atau infeksi saluran kemih jarang menjadi penyakit yang sangat serius tapi hal itu bisa sangat menganggu. Bayangkan jika Anda dalam perjalanan dan harus bolak-balik ke toilet setiap 15 menit.
Selama ini minum antibiotik merupakan satu-satunya cara untuk mengatasi anyang-anyangan. Namun perlu Anda ketahui bahwa ada cara alami yang bisa dilakukan untuk membantu mengobati infeksi dan meredakan gejala infeksi saluran kemih. Berikut di antaranya setelah ditinjau dr Jezzy Reisya, Konsultan Meet Doctor.
1. Banyak minum air putih
Satu hal yang perlu Anda lakukan saat terkena infeksi kandung kemih adalah banyak minum air putih karena air akan membantu mengusir bakteri penyebab infeksi melalui air seni, demikian menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK).
2. Konsumsi vitamin C
Mengonsumsi banyak makanan yang mengandung vitamin C sangatlah penting karena vitamin C dapat membuat urin menjadi lebih asam sehingga pertumbuhan bakteri terhambat, begitu menurut Johns Hopkins Medicine health library. Jika Anda menderita infeksi saluran kemih, mengonsumsi suplemen vitamin C juga bisa membantu, kata Kandis Rivers, MD, dokter spesialis urologi di Henry Ford Health System in West Bloomfield, Michigan.
3. Kompres panas
Peradangan dan iritasi infeksi saluran kemih dapat menyebabkan rasa panas dan nyeri di sekitar daerah kemaluan Anda, jelas Dr. Rivers. Bantal pemanas atau kompres panas dapat membantu mengurangi keluhan. Atur suhu bantal agar tidak terlalu tinggi dan jangan menerapkannya langsung ke kulit, serta membatasi penggunaan maksimal 15 menit untuk menghindari luka bakar.
4. Jauhi faktor pemicu gejala
Saat menderita infeksi, kafein, alkohol, makanan terlalu berbumbu, nikotin, dan minuman berkarbonasi serta pemanis buatan dapat semakin mengiritasi kandung kemih. Ini akan membuat infeksi Anda semakin sulit sembuh. Konsumsilah makanan sehat yang kaya serat karena serat lah yang dibutuhkan oleh pencernaan agar tetap sehat.
5. Teruslah berkemih
Setiap kali Anda berkemih, ada bakteri yang ikut keluar bersama air seni. Jadi, teruslah minum dan berkemih agar semakin banyak bakteri yang keluar.
6. Pertimbangkan pengobatan herbal
Daun bearberry diketahui dapat membantu meredakan infeksi saluran kemih bagian bawah. Tapi, menurut Rivers, herbal tersebut hanya boleh digunakan maksimal selama lima hari karena berisiko menyebabkan kerusakan liver. Konsultasikan kepada dokter sebelum Anda menggunakan pengobatan herbal untuk menghindari risiko yang tak diinginkan.
7. Jadilah lebih sehat
Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat dan bersih adalah hal yang penting karena itu bisa meredakan infeksi saluran kemih dan infeksi-infeksi lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh