Suara.com - Kehamilan bukanlah hal yang bisa dilalui dengan mudah. Namun, meski membahagiakan, kehamilan dapat mengakibatkan beberapa perubahan hormon yang mempengaruhi kesehatan dan fisik perempuan, bahkan setelah melahirkan.
Kehamilan tidak hanya mengharuskan Anda berjuang demi kesehatan dan keselamatan bayi Anda, namun juga membuat Anda berurusan dengan perubahan tubuh Anda. Berikut adalah beberapa hal yang menyakitkan yang kerap dialami perempuan setelah melahirkan.
"Baby Blues"
Hampir 75 persen perempuan mengalami apa yang dikenal sebagai postpartum blues, yang sering ditandai dengan perubahan suasana hati, depresi, kelesuan, mudah marah, frustrasi, insomnia, mudah menangis dan gejala lainnya. Hormon dan fluktuasi merekalah yang biasa menjadi alasan di balik hal ini.
Kekeringan vagina
Kekeringan pada vagina juga kerap dialami oleh banyak perempuan setelah melahirkan. Meski ini sifatnya sementara atau hanya beberapa waktu, fluktuasi hormonal dan menyusui bisa menjadi alasan di balik masalah ini.
Payudara nyeri
Payudara akan lebih besar dan terasa nyeri karena ASI. Bagian puting juga cukup sensitif, yang membuat kegiatan menyusui lebih sulit karena menyakitkan.
Rambut rontok
Pada beberapa perempuan, rambut rontok bisa terjadi pada tingkat yang mengkhawatirkan setelah melahirkan. Penyebabnya antara lain bisa karena menurunnya tingkat estrogen.
Terganggunya sistem pencernaan
Bahkan sistem pencernaan perempuan setelah melahirkan juga bisa terganggu. Salah satunya adalah dengan adanya sembelit. Ini terjadi karena sistem pencernaan menjadi lambat selama fase tersebut. Tak hanya itu, obat-obatan yang dikonsumsi setelah melahirkan juga dapat mempengaruhi pencernaan.
Sakit di beberapa bagian tubuh
Beberapa perempuan mungkin juga mengalami rasa sakit di bagian pribadi mereka, juga di perut, bahkan di tulang rusuk. Selain itu, ketika rahim secara bertahap kembali ke ukuran normal, ini juga bisa menyebabkan rasa sakit. [Boldsky]
Berita Terkait
-
Bayi Zaskia Sungkar Lahir dengan Kondisi Langka
-
Terinspirasi Sahabat Nabi, Ini Arti Nama Putra Kedua Zaskia Sungkar dan Irwansyah
-
Masih Punya Cadangan Embrio, Zaskia Sungkar dan Irwansyah Buka Peluang Tambah Anak Lagi
-
Irwansyah Panik di Ruang Operasi, Detik-Detik Persalinan Kedua Zaskia Sungkar Terungkap
-
Aktris Jo Bo Ah Sambut Kelahiran Putra Pertama setelah Dua Tahun Menikah
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga