Suara.com - Tidur adalah kegiatan yang disukai semua orang, karena dapat membantu memulihkan rasa letih setelah beraktivitas seharian.
Namun beberapa di antara kita cenderung memiliki kebiasaan tidur yang dapat mempengaruhi kualitas tidur. Jadi, Anda harus memahami posisi tidur yang harus dihindari agar tidur yang Anda jalani benar-benar bermanfaat. Berikut di antaranya, seperti dilansir Boldsky.
1. Tidur telungkup
Posisi tidur ini benar-benar harus Anda hindari karena dapat menyebabkan masalah bagi sistem pernapasan Anda. Belum lagi tangan dan kaki yang terhimpit sehingga menyebabkan kekakuan pada sendi dan otot.
2. Tidur menggunakan bantal yang keras
Banyak orang tak sadar bahwa perlengkapan tidur sangat mempengaruhi kualitas tidur. Salah satunya faktor kenyamanan bantal, guling, hingga permukaan kasur yang akan Anda tiduri. Tidur pada bantal yang keras dapat mengakibatkan kekakuan leher dan menurunkan produktivitas Anda.
3. Tidur menyamping
Tidur dengan posisi menyamping dapat mengganggu penampilan Anda. Payudara akan kendur dan kerutan di wajah. Tidur menyamping juga bisa memicu bagian tubuh tertentu mati rasa, karena tertindih beberapa jam. Organ-organ di dalam tubuh juga akan terpengaruh dengan posisi tidur ini.
4. Tidur di sofa
Tidur di sofa atau tempat yang tidak seharusnya untuk beristirahat dapat memicu rasa sakit di leher dan beberapa sendi tubuh. Tidur yang tidak pada tempatnya juga dapat memiliki efek buruk pada metabolisme dan hormon.
5. Tidur menutupi wajah
Hindari menutup wajah Anda menggunakan selimut atau kain saat tidur. Hal ini dapat memicu gangguan pernapasan dan membuat Anda bangun tak segar di pagi hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius