News / Nasional
Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:35 WIB
Ilustrasi - Sejumlah aktivis menggelar Aksi Kamisan ke-902 di depan Istana Merdeka, Kamis (2/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus didiagnosis mengalami kecemasan berat di persidangan militer Juni 2026.
  • Kondisi psikologis tersebut muncul akibat proses penyelesaian kasus yang tidak menentu dan panggilan sebagai saksi.
  • Andrie menjalani rawat jalan, asesmen berkala di RSCM, fisioterapi, serta tujuh kali operasi besar.

Suara.com - Wakil Koordinator Eksternal KontraS, Andrie Yunus, mengalami severe anxiety atau kecemasan berat. Kondisi psikologis Andrie diungkapkan Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD).

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya, mengatakan pada Juni 2026, tim dokter di muka persidangan militer menyampaikan perkembangan kondisi psikologis Andrie yang didiagnosis mengalami severe anxiety.

"Andri didiagnosis mengalami severe anxiety atau kecemasan berlebih akibat, bukan akibat proses serangan terhadap dirinya, tapi terhadap proses penyelesaian yang tidak menentu, yang waktu itu masih berproses di pengadilan militer dan masih ada upaya-upaya untuk mendatangkan Andri menjadi saksi korban," kata Dimas dalam konferensi pers di kantor KontraS, Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Tim dokter psikologi atau tim psikiater di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo secara perlahan terus melakukan asesmen terkait severe anxiety yang dialami Andrie. Meski begitu, Dimas menegaskan pihaknya belum mendapat perkembangan lanjutan.

Koordinator Kontras Dimas Bagus Arya. (Suara.com/Novian Ardiansyah)

Dimas menyampaikan kondisi Andrie secara keseluruhan saat ini masih menjalani proses perawatan meskipun sudah tidak di rumah sakit, dengan kata lain menjalani rawat jalan.

"Dia masih mendapatkan asesmen berkala dari tim dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan masih menjalani terapi fisio, fisioterapi gitu ya, untuk mengembalikan kembali fungsi motoriknya dan juga fungsi gerak tubuhnya supaya dapat beraktivitas dan juga menjalani kegiatan-kegiatan sehari-hari," kata Dimas.

Pasca 156 hari atau bakal genap lima bulan, Andrie secara fisik telah mendapatkan sejumlah penanganan medis untuk pemulihan anggota tubuh yang disiram air keras.

"Kondisinya di awal sudah ada diagnosa dari dokter, 24 persen luka bakar di seluruh bagian tubuh kanan, 44 persen kerusakan di bagian kornea mata kanan. Semua prosesnya sudah dilakukan tindak lanjut oleh kedokteran dalam hal menjalankan operasi besar," kata Dimas.

"Semenjak peristiwa sampai hari ini sudah ada 7 operasi besar dengan klasifikasi, 3 kali operasi mata, 4 kali operasi kulit," sambung Dimas.

Baca Juga: Sidang Banding Kasus Air Keras Andrie Yunus Disorot: Khawatir Pemecatan Batal Bak Tim Mawar

Load More