Suara.com - Tanya:
Selamat sore Dokter,
Dok, saya pengguna kacamata minus, dalam waktu dekat ini saya berencana memakai softlens hanya untuk acara tertentu. Kira-kira softlens seperti apa yang cocok untuk mata saya ya? Apakah softlens bisa digunakan untuk jangka panjang seperti kacamata yang sering saya pakai? Di samping ada kelebihan memakai softlens apakah ada kekurangan juga, Dok? Mohon sarannya. Terima kasih.
CM
Jawab:
Selamat sore Saudari CM,
Jika ingin menggunakan lensa kontak dalam jangka panjang sebaiknya menggunakan jenis rigid lense dari spesialis mata. Berbeda dengan softlens, rigid lense memiliki transmisi oksigen yang besar, sehingga komplikasi seperti kekurangan oksigen (hipoksia), penyebaran pembuluh darah baru, iritasi, kekeruhan pada kornea dan lain-lain dapat diminimalkan.
Namun rigid lense ini jauh lebih mahal dari softlense. Jika ingin menggunakan softlense untuk acara tertentu saja tidak masalah jika memakai soflens sesuai petunjuk.
Hindari penggunaan soflens saat tidur. Perhatikan masa pemakaian dan waktu kedaluarsanya. Keuntungan lensa kontak adalah lapang pandang yang lebih luas ketimbang kacamata, serta dapat digunakan sebagai Therapieutic Contact Lens.
Namun risiko yang dapat ditimbulkan lensa kontak terutama softlense antara lain mata menjadi kering, iritasi, hingga radang kornea.
Demikian penjelasan yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat. Terima kasih.
Dijawab oleh:dr. Shabrina Izzati
Sumber: https://meetdoctor.com/
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh