Suara.com - Semua orang membutuhkan olahraga agar tubuh tetap bugar, termasuk anak berkebutuhan khusus. Namun para orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus mungkin bingung menentukan jenis olahraga yang tepat dengan kondisi anaknya.
Menurut dr. Grace Tumbelaka, Sp.KO, dari FKUI, salah satu jenis olahraga yang cocok untuk anak berkebutuhan khusus adalah trampoline. Jenis olahraga ini, menurut dia, dapat meningkatkan kemampuan otak anak berkebutuhan khusus dalam hal koordinasi dan keseimbangan.
"Anak difabel, otaknya harus dibantu dalam hal koordinasi dan keseimbangan. Nah, trampoline ini memiliki manfaat untuk melatih keseimbangan dan koordinasi otak sehingga cocok dilakukan bagi mereka yang berkebutuhan khusus," ujar Grace di sela-sela peluncuran Jumped Fit Club di Scientia Square Park Serpong, Tanggerang, Jumat (13/1/2017).
Ia menambahkan kegiatan olahraga trampoline yang tampak seperti permainan ini bisa membuat anak merasa tak sedang melakukan aktivitas fisik. Hal ini dapat menjadi peluang bagi orangtua mengajak buah hatinya rajin berolahraga.
"Trampoline kan kelihatannya hanya lompat-lompat, tapi dengan modifikasi gerakan tertentu seperti kardio, keseimbangan, kelenturan itu dapat membantu meningkatkan kebugaran, membakar kalori dan meningkatkan fungsi otak," terang Grace.
Meski demikian, ia mengatakan bahwa usia tepat bagi anak berkebutuhan khusus diperkenalkan olahraga trampoline ketika berusia 5-6 tahun ke atas. Selama melakukan trampoline, anak juga harus diawasi oleh instruktur maupun orangtua mereka.
"Kalau di bawah usia tersebut kita nggak rekomendasikan karena mereka masih belum berkembang semua motoriknya. Ibarat jalan aja masih jatuh-jatuh, jadi memang harus disupervisi," pungkas Grace.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat