Suara.com - Studi terkini yang dipublikasikan dalam Journal of Preventive Medicine menemukan bahwa melakukan pekerjaan yang memicu stres dapat menyebabkan kanker dalam jangka panjang.
Peneliti mengatakan bahwa beberapa jenis kanker yang dapat dipicu oleh stres, antara lain kanker paru-paru, usus besar, kanker perut, kanker rektum dan kanker darah.
Untuk mendapatkan temuan ini peneliti dari Universite de Montreal di Kanada, melakukan penelitian untuk menilai hubungan antara kanker dan stres yang dirasakan pekerja di Kanada.
Rata-rata peneliti menemukan, pekerja yang telah menjalani pekerjaan penuh tekanan selama belasan tahun, berisiko mengalami satu dari beberapa jenis kanker yang dipicu oleh stres.
Peneliti menemukan beberapa pekerjaan yang memicu stres antara lain pemadam kebakaran, insinyur, teknisi pesawat, mandor, masinis, dan pekerja bangunan.
"Kami menemukan bahwa stres dapat mengubah struktur sel normal menjadi sel ganas yang memicu pertumbuhan kanker," ujar peneliti.
Untuk mencegah risiko ini, peneliti menganjurkan agar seseorang melakukan pekerjaan yang dicintainya, sehingga seberat apapun tuntutan kerja, mereka bisa mengelola stres dengan baik.
"Imbangi dengan pola hidup sehat dengan jaga pola makan, istirahat cukup, dan rutin berolahraga. Gunakan waktu cuti sebaik mungkin untuk menyegarkan pikiran Anda," pungkas dia. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh