Suara.com - Kebanyakan orang menganggap bahwa makan terlalu banyak merupakan satu-satunya faktor penyebab kenaikan berat badan. Padahal penelitian terkini menyebut bahwa pekerjaan juga bisa membuat seseorang menjadi gemuk.
Gaya hidup dan lingkungan kerja dengan beban yang tinggi, menurut peneliti lebih berisiko memicu peningkatan berat badan.
"Pekerjaan yang kerap memicu stres dengan durasi lama bisa menyebabkan kenaikan berat badan secara drastis," ujar peneliti Australia seperti dilansir dari laman Zeenews.
Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kenaikan berat badan, para peneliti di Australia menganalisis data yang melibatkan 450 peserta dengan usia rata-rata separuh baya.
Para peneliti kemudian mengukur tinggi, berat badan dan lingkar pinggang responden dan melakukan wawancara via telepon untuk mengumpulkan informasi tentang pekerjaan mereka. Peneliti juga menilai kualitas psikososial dari pekerjaan responden.
Temuan menunjukkan bahwa pekerjaan tertentu yang memicu stres berpeluang untuk menyebabkan kenaikan berat badan seseorang.
"Jadi imbangi kesibukan Anda dengan olahraga dan bersantai dengan orang terdekat untuk mencegah stres yang pada akhirnya memicu kenaikan berat badan," imbuh peneliti.
Berita Terkait
-
Setahun Jabat Menkeu, Purbaya Curhat Berat Badan Turun hingga 14 Kg
-
7 Karier dan Pekerjaan yang Cocok untuk Zodiak Leo yang Berjiwa Pemimpin, Sesuai dengan Passion
-
AHY: Jujur Saja! Ekonomi Rakyat Masih Tertekan, Harga Naik hingga Kerja Layak Sulit
-
Saatnya Ganti Provider agar Mudah Dapatkan Peluang
-
Ketika PHK Mengintai, Jangan Sampai Kebijakan Membuat Orang Takut Berusaha
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian
-
Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan
-
Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri
-
Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat
-
Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo
-
Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!
-
Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco
-
Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah
-
Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara
-
43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG