Suara.com - Sebuah hasil penelitian menunjukkan, manula yang mengonsumsi jeruk, salah satunya jeruk bali, setiap hari dapat menurunkan risiko demensia hingga 23 persen.
Peneliti dari Universitas Tohuku di Jepang telah menemukan, bahwa asupan harian dari setiap buah jeruk seperti jeruk Bali atau grapefruits, lemon atau limau, dapat mengurangi kemungkinan berkembangnya kondisi otak hampir yang sebelumnya tidak dapat disembuhkan.
Dalam temuan ini, peneliti megungkapkan, bahwa asam sitrat dalam jeruk mengandung zat kimia nobiletin, yang telah terbukti memperlambat atau membalikkan penurunan memori.
Tim tersebut menganalisis lebih dari 13 ribu orang dewasa yang sudah tua hingga tujuh tahun untuk melihat berapa banyak risiko demensia yang berkembang.
"Beberapa penelitian biologi mengatakan, jeruk dapat memiliki efek pencegahan terhadap gangguan kognitif. Namun, tidak ada penelitian yang meneliti hubungan antara konsumsi sitrus dan tingkat demensia. Temuan kami menunjukkan, bahwa konsumsi sering dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih rendah," simpul tim peneliti seperti dilansir dari Zeenews.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini