Suara.com - Salah satu bumbu dapur yaitu kayu manis telah dikenal di seluruh dunia karena dipercaya mengandung khasiat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Hal tersebut bahkan didukung oleh banyak penelitian selama bertahun-tahun, terutama yang berkaitan dengan penurunan berat badan.
Sekarang, sebuah penelitian terbaru mengatakan bahwa kayu manis memiliki potensi untuk membalikkan efek diet tinggi lemak dengan menghentikan penumpukan lemak pada perut.
Hasil percobaan yang dilakukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa bumbu tersebut dapat memperlambat proses penyimpanan lemak dan mengurangi risiko penyakit jantung.
Menurut sebuah laporan di Deccan Chronicle seperti dilansir Zeenews, para periset meneliti efek kayumanis pada tikus di mana mereka memberi makan suplemen pengocok kayu manis selama 12 minggu bersamaan dengan diet tinggi lemak.
Mereka menemukan bahwa tikus yang memakan bumbu itu beratnya lebih sedikit, dan sedikit memiliki lemak pada perut dan kadar gula, insulin, serta lemak dalam darah lebih rendah dibandingkan dengan kumpulan tikus yang tidak diberi suplemen kayu manis.
Tikus yang mengonsumsi kayu manis juga memiliki lebih banyak antioksidan dan molekul anti-inflamasi, yang dapat melindungi tubuh dari stres dan penyakit inflamasi lainnya, kata laporan tersebut.
Temuan ini telah dipresentasikan dalam konferensi American heart Association conference on heart disease.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!