Suara.com - Setiap tahun, ada ribuan kematian yang terjadi akibat kanker prostat. Sebagian besar kematian cenderung terjadi pada lelaki di atas 65 usia tahun. Seiring bertambahnya usia, risiko kanker prostat cenderung meningkat.
Karena pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati, para lelaki disarankan bisa menemukan cara untuk mencegah kanker prostat. Ternyata ejakulasi bisa menjadi salah satu metode yang bisa membantu.
Sebuah studi baru meneliti bagaimana ejakulasi memiliki dampak yang baik terhadap kesehatan prostat. Penelitian ini dimulai lebih dari 18 tahun yang lalu, dan para peneliti akhirnya menemukan beberapa jawaban terkait pencegahan kanker prostat.
Studi yang dilakukan baru-baru ini mengklaim, lelaki yang mengalami ejakulasi hampir 20 kali per bulan dapat mengurangi risiko menderita kanker prostat.
Para peneliti mengatakan, lelaki tersebut dapat terhindar dari risiko kanker prostat hingga hampir 33 persen.
Untuk penelitian ini, lebih dari 30 ribu lelaki diperiksa. Setelah penelitian, peneliti menentukan jumlah orgasme yang perlu dinikmati kaum Adam untuk mengurangi risiko kanker prostat.
Selain ejakulasi, makan makanan bergizi, dan olahraga teratur juga berperan penting dalam meminimalkan risiko kanker prostat. (Boldsky)
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya