Suara.com - Menurut penelitian baru, pengobatan alternatif atau komplementer dapat menjadi pilihan pengobatan untuk membantu seseorang mengelola ejakulasi dini.
Para peneliti dalam jurnal Sexual Medicine mengatakan, pengobatan seperti akupunktur, obat herbal Cina, obat herbal Ayurvedic dan krim topikal Korea mungkin memiliki efek yang diinginkan untuk ejakulasi dini.
"Ada berbagai perawatan yang tersedia untuk ejakulasi dini, termasuk perawatan obat, hingga konseling. Namun, beberapa orang tidak ingin mengunjungi dokter, minum obat jangka panjang atau berada di daftar tunggu yang panjang untuk konseling," kata penulis utama Katy Cooper dari University of Sheffield di Inggris.
Inilah sebabnya, lanjut dia, sangat penting beralih pada terapi lain. Untuk pengetahuan, kata dia, review sistematis pertama menilai bahwa pengobatan alternatif dan komplementer bisa digunakan untuk ejakulasi dini.
Menurut International Society for Sexual Medicine, ejakulasi dini dapat menjadi masalah seumur hidup. Mereka yang menderita permasalahan ini, biasanya akan mengalami ejakulasi dalam waktu satu menit sebelum memulai hubungan seks, saat di mana penis mereka baru saja bersentuhan dengan vagina setiap melakukan hubungan seks.
Tak hanya itu, waktu ejakulasi seorang lelaki bisa menjadi berkurang. Lambat laun mereka bisa mengalami ejakulasi hanya dalam waktu tiga menit atau kurang.
Dalam penelitian ini, peneliti mengevaluasi 10 percobaan terkontrol secara acak yang membandingkan beberapa jenis pengobatan, placebo atau dummy dan perawatan. Dua penelitian meneliti akupunktur, lima melihat obat herbal Cina, satu obat herbal Ayurvedic dan dua topikal krim dari Korea.
Dua studi akupunktur menemukan bahwa pengobatan ini meningkatkan sedikit waktu ejakulasi intravaginal sekitar setengah menit dibandingkan dengan plasebo.
Sementara obat herbal Cina meningkatkan waktu ejakulasi intravaginal sekitar dua menit, jamu Ayurvedic meningkatkan hampir satu menit dan krim topikal meningkatkan waktu ejakulasi intravaginal lebih dari delapan menit.
Baca Juga: Awas! Vape Juga Bisa Sebabkan Kanker
Dalam beberapa kasus, kombinasi pilihan pengobatan tradisional dan alternatif bisa sangat efektif. Misalnya, pengobatan Cina dipasangkan dengan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), Hal ini dapat meningkatkan waktu ejakulasi intravaginal dua menit lebih lama dari pemakaian SSRI saja dan hampir tiga menit lebih lama dari pengobatan Cina saja.
"Tidak ada pengobatan yang tidak disetujui untuk ejakulasi dini. Ini adalah kondisi umum yang bisa memberikan efek psikologis yang serius pada hubungan. Karenanya kita memerlukan perawatan untuk mengatasi hal
itu, dan ejakulasi dini harus ditangani dengan serius seperti disfungsi ereksi," kata Donald Patrick, wakil ketua penelitian di University of Washington di Seattle.
Prevalensi ejakulasi dini sulit diukur karena definisi yang berbeda dari masalah dan keengganan beberapa lelaki untuk melaporkannya. Beberapa studi menunjukkan bahwa antara 20 dan 30 persen lelaki sudah melaporkan kekhawatiran mereka tentang ejakulasi dini, tapi International Society for Sexual Medicine memperkirakan masih ada sekitar 4 persen lelaki masih mengalami kondisi ini seumur hidup.
"Banyak penelitian melaporkan lelaki merasa frustrasi, depresi dan cemas karena masalah ini," kata Ege Can Serefoglu dari Pelatihan Bagcilar dan Rumah Sakit Penelitian di Istanbul, Turki. [Times of India]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
5 Shio Paling Beruntung dan Makmur di 27 Februari 2026, Kamu Termasuk?
-
Profil Bunga Sartika, Host 'Halo Qha Qha Permisi' Mendadak Resign, Gara-gara Rahasia Terbongkar?
-
Niat Bayar Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Jangan Sampai Salah Bacaan
-
Apakah Sepeda Listrik Boleh Dicuci? Ini Caranya Supaya Tidak Tersetrum
-
7 Sepeda Push Bike Anak Kokoh selain London Taxi, Rangka Kuat Tahan Banting
-
10 Karakter Orang yang Suka Musik Jazz dan Fakta Menarik di Baliknya
-
Apakah Karyawan Kontrak Resign Sebelum Lebaran dapat THR? Ini Ketentuannya
-
Kapan THR Karyawan Swasta 2026 Cair? Intip Bocoran Tanggal dan Aturan Mainnya
-
Kronologi Irawati Puteri Eks SPG Nugget Lulus S2 Stanford Pakai Beasiswa LPDP
-
Jadwal Imsak Yogyakarta 27 Februari 2026, Cek Tips Sahur agar Kuat Puasa