Suara.com - Sebuah survei baru dari Mumsnet mengungkapkan, bahwa banyak anak membenci orangtua karena menamai anak dengan nama yang "tidak biasa".
Mumsnet dan Gransnet mensurvei lebih dari 2.000 orangtua dan kakek-nenek, dan menemukan bahwa 19 persen kakek nenek mengungkapkan, mereka membenci nama cucu mereka. Sementara itu, satu dari enam orangtua mengatakan, mereka memiliki orangtua atau mertua yang membenci nama anak mereka.
6 persen orangtua tak menerima pilihan orangtua atau mertua mereka untuk nama bayi, dan 4 persen mengatakan bahwa mengalami pertengkaran yang sangat buruk sehingga mereka mengakhiri hubungan mereka.
Alasan utama keberatan kakek neneknya adalah, namanya terlalu "aneh", "dibuat-buat", atau "tidak konvensional", dengan 10 persen kakek nenek yang mengatakan bahwa mereka khawatir nama itu akan mempermalukan anak tersebut. Faktor kejengkelan lainnya adalah ketika nama yang disarankan oleh kakek nenek tidak pernah digunakan, atau nama keluarga belum diturunkan.
Dan ada beberapa kakek-nenek (5 persen) yang membenci nama cucu mereka karena "terlalu polos atau jelek".
Kritik tersebut cenderung lebih kuat dari nenek versi kakek-nenek, dengan 44 persen orangtua yang melaporkan keberatan mengatakan keluhan berasal dari ibu mereka sendiri, versi hanya 14 persen mengatakan, nama yang dibenci berasal dari ayah mereka.
Jadi pada dasarnya, jika Anda ingin orangtua Anda bahagia, pastikan ibumu menyukai nama anak Anda. Pasalnya, jika tidak, nama itu akan dibenci oleh kakek-nenek.
Nama-nama yang dibenci ini termasuk klasik seperti Charlotte, Sally, Finn, dan Jack, serta nama-nama yang lebih luar biasa seperti Aurora atau Noah yang selalu trendi.
Survei tersebut menemukan bahwa kakek-nenek memiliki cara untuk mengatasi kebencian mereka atas nama cucu mereka. 9 persen sama sekali menghindari menggunakan nama Anda, sementara 9 persen menggunakan versi yang lebih pendek dari nama sebenarnya anak tersebut. (Metro)
Baca Juga: Huruf Nama Depan Bisa Mengungkap Kepribadian Anda
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker