Suara.com - Ular dan kadal jantan memiliki dua organ seks, disebut hemipenes, yang pada dasarnya merupakan penis berkepala dua untuk digunakan bergantian ketika kawin dengan pasangan betinanya. Tapi tahukah Anda kalau manusia juga bisa punya dua penis?
Sekitar 1 dari 5-6 juta angka kelahiran disertai dengan dua penis. Itu artinya ada 600 sampai 700 lelaki di bumi memiliki dua penis sekaligus.
Namun hanya sekitar 100 kasus yang resmi tercatat dalam literatur medis sejak kondisi ini kali pertama ditemukan oleh Johannes Jacob Wecker pada 1609. Salah satunya termasuk lelaki Amerika yang sempat menggegerkan dunia maya pada 2014 dengan mengunggah foto penis kembarnya di Reddit, forum komunitas online.
Kok bisa, ada lelaki yang lahir dengan dua penis?
Kondisi lahir dengan dua penis dikenal sebagai diphallia. Diphallia dilansir hellosehat.com adalah kondisi medis yang sangat langka, juga dikenal sebagai duplikasi penis (PD), diphallic terata, atau diphallasparatus.
Dunia medis mengelompokkan diphallia menjadi tiga bentuk berdasarkan karakteristik penis duplikatnya, dan tidak ada dua kasus yang persis sama. Duplikasi penis yang paling jarang ditemukan adalah kembaran kepala penis, alias satu penis berkepala dua.
Lainnya, penis duplikat yang berukuran lebih kecil berlokasi tepat di atas penis utama. Bentuk diphallia yang paling umum ditemukan adalah dua penis identik yang normal, utuh sama besar, berdampingan terpisah (bukan berasal dari satu cabang).
Ada pula sejumlah kasus di mana penis kedua bertumbuh di dalam tubuh, yang berarti lelaki tersebut hanya bisa tahu ternyata memiliki penis lain ketika menjalani pengobatan internal masalah urologi. Beberapa pasang penis duplikat berfungsi normal. Artinya, laki-laki dapat buang air kecil dan/atau menegang dan ejakulasi dari salah satu penis atau keduanya, bergantian atau di waktu yang bersamaan.
Di kasus lainnya, salah satu penis bisa tidak berfungsi sama sekali — mewakili seonggok daging.
Diphallia untuk dibedakan dengan sindrom kembar hilang alias resorpsi janin. Diphallia bukanlah kondisi turunan, tapi bisa disebabkan oleh abnormalitas ekspresi gen homeobox — seri DNA tertentu yang mengatur pola perbedaan bentuk tubuh — yang terjadi selama minggu ke-empat perkembangan janin dalam kandungan.
Perubahan ekspresi gen ini diakibatkan oleh mutasi gen atau cedera atau stres kimiawi. Di sekitar hari ke-24 sampai 25 kehamilan, saluran yang membentuk organ urolo-genital dapat memisahkan diri dari organ kelamin dan rektum yang sedang berkembang.
Jika ada sejumlah stres khusus yang diterima oleh embrio di masa-masa tersebut, sel dapat membentuk dua kali.
Apakah diphallia bisa diobati?
Lelaki dengan diphallia biasanya mandul karena cacat bawaan. Mereka juga memiliki peningkatan risiko mengalami spina bifida, suatu kondisi yang menyebabkan malformasi tulang belakang yang dirancang untuk melindungi sumsum tulang belakang.
Penis duplikat dapat diangkat dengan prosedur bedah, namun datang dengan risikonya tersendiri termasuk hasil akhir yang tidak menentu. Sayangnya, laki-laki yang lahir dengan dua penis akibat diphallia cenderung meninggal pada usia dini karena infeksi dan gagal ginjal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance