Suara.com - Sebuah survei bertajuk “Asia Pacific Healthy Aging Survey” yang melibatkan 6.000 responden berusia 40 tahun ke atas dari Australia, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam menemukan fakta bahwa 9 dari 10 responden di Asia Pasifik peduli terhadap permasalahan kesehatan yang diakibatkan bertambahnya usia.
Meski demikian di Indonesia, masih ada masyarakat yang menganggap bahwa gaya hidup sehat itu membutuhkan biaya yang tak sedikit. Hasil survei menunjukkan bahwa 33 persen responden menganggap gaya hidup sehat itu mahal sehinggga menjadi penghalang bagi mereka menerapkan gaya hidup sehat.
"Survei kami menunjukkan bahwa 51 persen menyebut, keterbatasan waktu menjadi penghalang gaya hidup sehat, 46 persen kurang motivasi dan 33 perseb lainnya menganggap bahwa gaya hidup sehat itu mahal," ujar Chief Health and Nutrition Officer Herbalife Dr. John Agwunobi pada temu media di Jakarta, Selasa (10/10/2017).
Padahal, kata dia, anggapan seperti ini justru dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan yang disebabkan oleh penuaan. John berujar bahwa gaya hidup sehat harus dimulai sejak usia muda karena dampaknya akan dirasakan saat usia mulai menua.
"Untuk mencegah penuaan dini yang berdampak pada masalah kesehatan, kuncinya bisa dimulai dengan tiga hal yakni nutrisi sehat, aktivitas fisik, dan menstimulasi kesehatan mental," tambah dia.
Untuk nutrisi misalnya, John menganjurkan untuk mengurangi konsumsi makanan dan minuman mengandung gula. Sebaliknya, ia menganjurkan agar masyarakat mengonsumsi makanan mengandung protein, sayur dan buah-buahan berwarna-warni.
"Buah dan sayur penting untuk mencegah tubuh yang lemah seiring dengan menurunnnya massa otot karena usia," ujar John.
Selain itu ia juga menganjurkan masyarakat untuk jalan kaki cepat sehari setidaknya 30 menit. Untuk menstimulasi kesehatan mental bisa dilakukan dengan membantu menyelesaikan pekerjaan rumah anak sehingga fungsi kognitif tetap terlatih.
"Tiga hal ini merupakan langkah sederhana yang tidak membutuhkan biaya. Kalau kita lakukan setiap hari sejak muda bisa membuat kita mendapatkan tubuh yang sehat hingga tua," tambah John.
Dalam kesempatan yang sama, Andam Dewi selaku Country General Manager Herbalife Indonesia mengatakan, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang dengan fokus pada mengatasi permasalahan penuaan dini, Herbalife Nutrition akan menggelar Asia Pacific Wellness Tour yang ke-8 di kawasan Asia Pasifik.
Tur ini berlangsung pada 4-26 Oktober 2017, dan akan diisi serangkaian acara simposium medis, nutrition talks dan workshop kesehatan yang diadakan di kota-kota di Kamboja, Hong Kong, Indonesia, India, Korea, Makau,
Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan dan Thailand.
Tur ini dipimpin oleh Dr. John Agwunobi, Chief Health and Nutrition Officer di Herbalife Nutrition yang akan berbagi keahlian mereka dalam berbagai topik terkait kesehatan, untuk membantu konsumen Asia Pasifik hidup lebih baik dan lebih sehat.
"Melalui Asia Pacific Wellness Tour, kami akan memberikan tip dan saran berharga untuk membantu orang-orang memanfaatkan kekuatan nutrisi untuk mencegah permasalahan kesehatan terkait penuaan," pungkas Andam Dewi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh