Suara.com - Pada sebuah penelitian dikatakan, gangguan spektrum autisme atau ASD ternyata lebih banyak terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan.
Peneliti mengatakan bahwa mereka telah menemukan perbedaan dalam jalur sinyal otak yang menjadi penyebab mengapa lebih banyak anak laki-laki mengidap autis daripada anak perempuan.
"Satu aspek menarik dari autisme adalah bahwa hal itu terutama mempengaruhi laki-laki, empat anak laki-laki terpengaruh untuk setiap satu anak perempuan," kata Ted Abel, peneliti dari University of Iowa di AS, dilansir Zeenews.
"Kami tidak mengerti apa itu tentang gangguan ini yang menjadi predisposisi anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan untuk mengembangkan autisme," katanya lagi.
Bias laki-laki ini juga terlihat pada gangguan perkembangan saraf lainnya, seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) dan gangguan bahasa tertentu.
Hampir satu dari setiap 200 kasus autisme disebabkan oleh pengapusan bagian DNA pada kromosom tertentu. Jenis kelainan ini juga dikenal sebagai variasi jumlah salinan (CNV).
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!